Kisah relawan ke-10 – School 4 Sham

Hari pertama relawan Syam Organizer melihat  sekolah yang dibangun atas bantuan kaum muslimin Indonesia melalui program School 4 Sham. Sekolah ini sebenarnya berada di wilayah yang dianggap aman karena berada di kamp pengungsian dekat dengan garis perbatasan Suriah-Turki. Tepatnya di daerah pedesaan Sallur, Jabal Turkman. Dan  Alhamdulillah anak-anak yang ada di pengungsian dan masyarakat sekitar bisa kembali bersekolah.

Namun rupanya tidak ada tempat aman bagi kaum muslimin di Suriah. Setahun yang lalu, kamp pengungsian ini diserang oleh Rezim Suriah bersama Rusia melalui udara. Sekolah pun tidak luput dari serangan udara. Bangunan sokalah hancur tinggal puing, bangku-bangku hangus terbakar, tidak ada yang bisa diselamatkan kecuali bus sekolah yang digunakan untuk mengevakuasi anak-anak ke tempat perlindungan yang lebih aman. Laa haula walaa quwwata illaa billah. [Bus dari Umat Islam Indonesia untuk murid-murid di Suriah]

Sekolah  Indonesia untuk Syam InsyaAllah akan tetap menjadi saksi kepedulian kaum muslimin Indonesia untuk saudara dan anak-anak kita di Suriah. Betapapun genting keadaan pendidikan dan proses belajar mengajar harus tetap berjalan. Itulah tekad yang tertanam di benak para orang tua dan anak-anak di Suriah.

Kini mereka kembali akan membangun sekolah darurat di tempat yang lain, agar proses belajar dapat terus berjalan. Nampaknya semboyan “Belajar dari buaian hingga datang kematian” benar-benar menjadi semangat yang hidup dalam kehidupan nyata anak-anak kita di sana. Sehingga meski berada dalam ancaman keamanan bahkan kematian, mereka tetap belajar dan belajar.

Kami meninggalkan sekolah yang tinggal puing dengan perasaan bangga sekaligus sedih. Bangga dengan para orangtua, guru, dan anak-anak yang memberi kami pelajaran tentang semangat hidup, pendidikan dan belajar. Sedih karena kini mereka kehilangan tempat yang mendekati layak sebagai tempat menimba ilmu. Semoga kelak kaum muslimin bisa kembali membantu mereka untuk menyambung harapan, memiliki sekolah kembali, dan tentu diberi kemenangan sehingga mereka bisa bersekolah dengan aman.

Bersambung…

Kisah tim relawan 10
Kisah Sebelumnya Penyaluran Bantuan Musim Dingin 2017
Kisah Selanjutnya Kamp pengungsi Hammam

Comments

comments

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*