Korban Terbunuh Akibat Serangan Zat Kimia di Ghoutah Mencapai 1.300 Orang

Koalisi Oposisi Nasional Revolusi Suriah menegaskan, Rabu (21/8), bahwa jumlah korban akibat serangan senjata kimia di Ghoutah mencapai 1.300 orang lebih. Koalisi Oposisi menyerukan dunia internasional untuk ikut memikul tanggung jawab terhadap bencana kemanusiaan yang di alami rakyat Suriah tersebut.
Dalam sebuah jumpa pers, Rabu, di Istanbul, Koalisi Oposisi mengatakan bahwa dunia harus menekan rezim Suriah menghentikan pertempuran memerangi rakyatnya. Dewan keamanan PBB diminta untuk segera menggelar pertemuan darurat, membahas pembantaian dengan senjata kimia di Ghoutah, perdesaan Damaskus, Selasa lalu itu.
Koalisi Oposisi juga mengutuk keberadaan militer Syiah Hizbullah dan milisi-milisi Syiah Irak yang ikut melibatkan diri memerangi rakyat Suriah di Negara mereka sendiri.
Sementara itu, Yazin Al Homsi, juru bicara Jarigan Syam, menambahkan dalam sebuah wanwancara dengan televisi Al Arabiya, “Di sana masih terdapat lebih dari 6.000 orang terluka akibat serangan gas beracun yang menghantam wilayah Ghoutah timur dan barat tersebut” ujarnya.
Jawad Abu Hatab, seorang pejabat Koalisi Oposisi Suriah, juga menuturkan kepada televisi Al Arabiya bahwa rezim Suriah menggempur wilayah Ghaoutah barat dan timur sejak pagi hari. Mereka (pasukan rezim) menggunakan gas kimia dengan ditembakkan melalui jet-jet tempur. Jawad menambahkan, para korban mengalami sesak nafas. Mereka hanya dapat diobati dengan menggunakan Kartison dalam jumlah besar. “Namun, kami tidak memiliki obat tersebut” ujar Jawad.
Tidak cukup sampai di situ, tambah Jawad, rezim Suriah juga menghalangi rombongan medis untuk memasuki wilayah yang terkena serangan zat kimia tersebut. Sehingga, tegas Jawad, kami sangat membutuhkan sekali dukungan dan gerakan internasional untuk membantu rakyat Suriah.
Atas pembantaian yang tidak berprikemanusiaan tersebut, pemimpin Oposisi Suriah, George Sabra, mengatakan bahwa rezim masih terus membunuh rakyat Suriah dengan darah dingin. Ia juga menyayangkan sikap PBB dan Amerika Serika yang tidak mampu menghentikan pembantaian terhadap rakayat sipil Suriah.
Diberitakan sebelumnya, Komisi Umum Revolusi Suriah (SRGC) melaporkan pasukan Assad pada hari Selasa (20/8) melancarkan serangan zat kimia terhadap rakyat Suriah yang berada di wilayah Ghouta, pinggiran timur Damaskus. SRGC mengatakan, serangan tersebut membunuh 635 orang dan melukai lebih dari 3.600 orang. 

Rep : Faiz
Source : hunef/kiblat.net

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*