Kunjungan Kehormatan

Salma-Syam Organizer- Selasa (13/08/2013) Malam itu kurang lebih jam 22.30 waktu Suriah kami berkunjung ke salah satu komandan Katibah yang ada di kawasan Jabal Akrod, syaikh Abu Badie’ Hafizhahullah. Bersama kami dr Romi Habib direktur Musytasyfa Maidani, (Rumah Sakit Lapangan) Salma, akhuna Abu Fuad petugas khidmat yang selalu melayani kami, dan seorang sopir yang setia mengantar keperluan kami. Markaz Katibah Mu’taz billah yang kami kunjungi itu jaraknya tidak jauh dari RS Darurat tempat kami menginap.
Suasana rumah bertingkat empat yang disulap menjadi markaz tersebut banyak dihuni  mujahidin , termasuk yang terkena luka dirawat ditempat itu.Yang mengharukan bagi kami adalah sambutan Syaikh Abu Badie’ dan para mujahidin dengan penghormatan istimewa. Nampak dari raut wajah mereka menyembulkan pantulan ukhuwah fillah, rasa persaudaraan karena Allah yang sangat mendalam. Ikatan mulia ini diyakini sebagai ikatan iman yang paling kuat. Bahkan mengalahkan ikatan nasab. 

Benarlah sabda Nabi SAW ;
”Autsaqu ‘ural iman alhubbu fillah,walbughdhu fillah walmuwalatu fillah wal mu’adatu fillah.”
artinya ”Sekuat -kuat sendi iman seseorang adalah cinta karena Allah,benci karena Allah,setia karena Allah dan bermusuhan karena Allah” (HR Muslim )
Dalam perbincangan hangat ,komandan yang berjenggot lebat melebihi rambut dikepalanya itu menjelaskan :
Pertama : Ta’zhim beliau terhadap tamu yang hadir di bumi Syam, bumi yang dijanjikan keberkahan Allah Ta’ala. Ungkapan takjub yang tulus terhadap orang-orang yang mau hadir dengan pengorbanan yang tak terhingga, sehingga masuk ke Suriah yang penduduknya sedang di zhalimi rezim Basyar Asad Laknatullah.
 
Kedua : Bumi Syam adalah bumi milik kaum muslimin. Bahkan Nabi SAW memberitakan kebangkitan Islam kembali akan di mulai dari Syam. Kalau penduduk Syam ada kerusakan maka tidak ada lagi kebaikan padanya.
Ketiga : Komandan yang dikaruniai 9 anak itu sangat optimis terhadap kemenangan Islam di bumi Syam. Selama seminggu sejak 27 Ramadhan hingga 5 syawal mujahidin Salma wilayah Jabal Akrod telah menguasai dan membebaskan beberapa daerah sebelah utara pusat ibu kota propinsi Latakia. Tidak lama lagi –insya Allah Ta’ala– mujahidin akan mampu meringsek masuk hingga ke pusat Latakia. Kota yang sangat indah dengan latar belakang perbukitan dan didepannya laut biru itu adalah benteng pertahanan terakhir Basyar Asad. Latakia juga tanah kelahiran Presiden yang bermental Barbar ini. Dikota ini juga dibangun pangkalan militer Rusia,berikut landasan pesawat dan kelengkapan sarana perang.
Keempat : Kemenangan itu bukanlah hadiah dari musuh,tetapi dengan pengorbanan harta dan jiwa. Darah para syuhada akan bisa menumbuhkan kebangkitan Islam dan kaum muslimin. Konspirasi Amerika dan sekutunya sudah diperkirakan oleh mujahidin jauh-jauh hari sebelumnya.Maka mujahidin mesti selalu waspada dengan makar musuh-musuhnya. Wal ‘iyadzu billah.
Kelima ; Berkenaan rencana pembuatan Markaz Dakwah Indonesia di Suriah beliau sangat menyambut dengan baik. Komandan yang sempat tidak melepas baju perangnya selama seminggu ketika penaklukan beberapa daerah ini mengungkapkan, ”Kami sangat menyambut ide mulia ini, kami tidak memiliki apa yang kalian miliki, maksudnya anda sempat datang kesini, semantara kami belum sempat kenegeri anda”. Dengan rendah hati beliau mempersilahkan para mu’alim dari Indonesia untuk datang ke Suriah. Bumi Syam bukan hanya milik penduduk Suriah, tetapi milik kaum muslimin seluruh dunia. Kaum muslimin memiliki tanggung jawab yang sama untuk mewujudkan kebaikan negeri Syam. Kebaikan negeri Syam adalah kebaikan kaum muslimin, kerusakan negeri Syam adalah kerusakan kaum muslimin..Allahu Akbar, Wallahul musta’an.
Keenam : Beliau sangat berterima kasih atas kepedulian dan bantuan kaum muslimin dari seluruh penjuru dunia,semoga Allah azza wa Jalla membalas kebaikan tersebut dengan yang yang lebih baik.
Keakraban dan kehangatan malam itu sangat terasa. Bahkan serasa hubungan kami sudah terjalin sangat lama, padahal pertemuan malam itu adalah yang pertama. Ditambah lagi jamuan minuman dan makanan yang sangat banyak ragamnya, melupakan kami terhadap resiko perjuangan ketika tinggal di medan jihad. Karena hari-hari itu tentara Basyar masih melancarkan tembakan jarak jauh dengan tank, pesawat tempur dan helikopter baik dengan roket, rudal maupun birmil (bom sebesar tong) yang siap menghancurkan bangunan dan melumatkan badan.
Rep: Syam Organizer

Red: Osama

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*