Makam Khalid Bin Walid Hancur Dibombardir Tentara Assad

Homs – Tentara Suriah  menembaki  makam Khalid Bin Walid RA, Sahabat Nabi Muhammad SAW yang telah berusia berabad-abad di pusat kota Homs pada hari Senin (22/7) dengan menggunakan senjata artileri berat seperti dilaporkan kelompok monitoring dan aktivis HAM.
Laporan dari hancurnya situs ziarah Muslim muncul saat kampanye militer intensif untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai pejuang revolusi di Homs, sebuah kota perlintasan strategis, dimana serangan telah memasuki minggu keempat.
“Para aktivis dari lingkungan Khaldiyeh di kota Homs telah melaporkan kehancuran  akibat penembakan yang dilakukan tentara Assad terhadap makam Sahabat nabi Khalid bin Walid,” kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.
Berada di daerah yang dikuasai mujahidin, yakni Khaldiyeh, masjid Khaled bin Walid sudah mengalami kerusakan yang signifikan selama pertempuran sebelumnya yang hendak menguasai kota.
Video amatir yang didistribusikan oleh aktivis menampakkan gambar masjid yang terkenal dengan dua menara yang menjulang tinggi itu, serta sebuah makam yang hancur.
“Masjdi Khalid bin Walid ditembaki, dan tempat suci itu hancur,” kata aktivis yang tidak disebutkan namanya dalam rekaman syuting.
Gambar-gambar menunjukkan gundukan puing, batu dan logam di lokasi yang diidentifikasi sebagai makam.
Video juga menunjukkan seorang pria yang tidak dikenal menegur masyarakat dunia atas kehancuran makam.
“Saya ingin memberitahu orang-orang Arab dan Muslim, bagaimana Anda akan menghadapi Allah setelah makam Khalid bin Walid  dihancurkan? Kenapa kau telah meninggalkan Homs yang terkepung?” kata pria itu.
Berbicara kepada AFP melalui internet, Yazan, aktifis yang berbasis di Khaldiyeh  mengatakan masjid memiliki makna simbolik tidak hanya bagi warga Homs ‘tapi bagi Sunni secara keseluruhan.
“Dulu orang datang dan mengunjungi makam dari seluruh dunia,” kata Yazan, menambahkan bahwa perumahan masjid suci adalah “praktis hancur”.
Khaldiyeh dan Kota Lama lingkungan Homs, masih dikuasai mujahidin, telah berada di bawah pengepungan mencekik oleh tentara rezim dan milisi Syiah dengan serangan bom hampir setiap hari selama lebih dari satu tahun.
Perumahan makam di Masjid Khalid bin Walid, sebuah situs ziarah penting bagi umat Islam, yang dibangun selama beberapa abad. Makam itu sendiri dibangun pada abad ke-11, sedangkan masjid ini dibangun oleh Dinasti Khalifah Mamaluks pada pertengahan abad ke-13. 
(sumber: qathrunnada/kiblat.net)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*