Mata Si Kafir Terbutakan

Para mujahidin yang datang dari berbagai negeri, sedang mengusung revolusi kaum muslimin. Menyongsong kemenangan di negeri para nabi, di bumi Syam yang diberkahi. Allahu Akbar! Beragam syarat kemenangan dicukupi. Beragam persiapan dipenuhi. Kaum mujahidin berdiri tegap selalu berjibaku tanpa henti.
Korban luka dari para mujahidin, berat maupun ringan sungguh telah banyak menginspirasi dan menyemangati. Karena syahid di medan jihad justeru yang mereka cari. Maju terus pantang mundur kembali. Hingga menang dalam ridha ilahi atau syahid dengan niat nan suci.
Ketika semua unsur pertolongan itu sempurna dilakoni. Sangat mudah bagi Allah menganugerahkan hadiah atau apapun yang membahagiakan hambaNya. Allah selalu memberikan kemudahan membantu meringankan beban. Dan banyak pertolongan telah diraih rasakan. Bahkan sering tiba jauh di luar dugaan. Duhai Allah, berikan kemenangan. Amien.
Ada satu keajaiban lagi terjadi. Bukti pertolongan Allah selalu menyerta, dan ini baru beberapa hari. Di luar keajaiban yang tentu sudah banyak dirasakan. Kembali nashrullah –pertolongan Allah–  hadir menyertai keajaiban para mujahidin. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Sungguh sangat mudah bagi Allah untuk mewujudkannya.
Tadi malam, di rumah sakit lapangan Salma, ada seorang mujahid yang membesuk adik kandungnya terluka oleh serpihan martir. Beliau sempat menyapa kami dan sedikit berbagi cerita. Beliau memberikan kesaksian atas peristiwa ajaib yang terjadi. Mahasuci Allah yang telah menentramkan. Memberikan kemudahan saat menaklukkan sebuah desa yang dikuasai rezim dan kaum Nushairiyah.
Sebagaimana yang biasa para mujahidin lakukan. Dalam mengawali serangannya sering dilakukan usai shalat Shubuh. Kemudian perlahan merangsek ke wilayah musuh. Naik menuruni bukit berbatu. Sembunyi di balik pepohonan cemara. Sesekali harus bertiarap. Para mujahidin harus menuruni lembah terlebih dahulu. Sementara musuh bersiaga di atas bukit. Lengkap dengan segala peralatan perangnya.

Matahari perlahan menampakkan, dan hari mulai siang. Sementara desa yang menjadi sasaran target belum tergarapkan. Saat siang menjelang, sebagian mujahidin mulai menaiki bukit terjal berbatu, mendekat ke musuh yang berjaga. Wow, tanpa ada hambatan sedikitpun. “Wallahi,saya yakin mata mereka dibutakan. Allahu musta’aan,” dengan semangat beliau mengurai kesaksian. “Hanya sekira 30-35 peluru saja yang sempat kami muntahkan” demikian beliau melanjutkan.
Dan. Subhanallah. Pekik takbir mengiringi kemenangan. Musuhpun berlari tunggang langgang. Pertahanan musuh lumpuh tanpa perlawanan. Tanpa kesulitan. Dan ghanimahpun didapatkan. Empat tank, dua rak roket, masing-masing berisi 12. Dan tentu banyak lagi senjata yang ditangan.  Alhamdulillahi rabbil ‘alamien. Kini desa Ambatte telah terbebaskan. Dikuasai dan diamankan. Sesuai yang diharapkan. Para mujahidin telah Allah muliakan. Banyak musuh yang tertawan. Lelaki dewasa dan militernya dimatikan. Anak-anak dan wanita diselamatkan. Dan menjadi tawanan.

Wallahu musta’aan. 

Red: AbuFawzan
Rep: Osama

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*