Merekam Perjalanan Pasukan Panji Hitam

Solo – Syamorganizer.com – Bedah buku Pasukan Panji Hitam digelar oleh Syam Organizer Ahad, 23 Februari 2014, di Panggung Pameran Buku Syaaka Organizer. Bedah buku yang dilaksanakan kerjasama antara Syaaka dan Syam Organizer ini menghadirkan dua pembicara, yakni Ust. Mas’ud Izzul Mujahid dan Ust. Fahrurozi Abu Syamil.
Pada sesi pertama, di awal pembicaraannya, Ustad Fahrurrozi menjelaskan bahwa tidak boleh seseorang membuat satu keputusan sikap menolak hanya mendasarkan pada satu hadist dhoif dan meninggalkan hadist hadits penguat lainnya, termasuk hadist-hadits  dalam persoalan akan pasukan panji hitam. 
Setelah menekankan sebenaran akan munculnya pasukan panji hitam, pemerhati dunia islam dari Yogyakarta ini melanjutkan pembahasannya tentang siapa yang termasuk pasukan panji hitam dan grand strategis yang telah dirancang dan bahkan telah dilaksanakan.
“Pasukan Panji Hitam adalah mereka yang termasuk dalam kelompok mujahidin”, tuturnya. “Mereka inilah yang saat ini mempunyai kekuatan riil”, lanjutnya menegaskan.
Pada sesi kedua, ustadz Mas’ud Izzul Mujahid mengawali pembahasannya dengan menjelaskan mimpi yang pernah dialami oleh Laden ( ayah dari Usamah bin Laden). Meskipun kisah yang disampaikan berupa mimpi, namum mimpi dalam islam terbagi menjadi 3, yakni mimpi yang berasal dari manusia, mimpi yang berasal dari Allah dan mimpi yang berasal dari setan.
Mimpi yang berasal dari manusia memang tidak bisa dijadikan hujjah, namun adanya kesesuaian mimpi dengan kenyataan menunjukkan mimpi itu benar. Sementara mimpi yang baik itu merupakan kabar gembira dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika dibandingkan mimpi yang dialami oleh ayah Usamah bin Laden dengan kenyataan yang terjadi hari ini,  menunjukkan bahwa sebagian dari mimpi itu telah menjadi kenyataan. Sebuah kenyataan bahwa hari ini panji hitam (bendera hitam) itu telah ditunjukkan oleh beberapa pasukan mujahidin bahkan grand strategis untuk memperoleh kejayaan dan tegakknya khilafah telah dibuat dan dilaksanakan. 
Permasalahan-permasalah besar seperti adanya batas-batas negara mulai dikaburkan. Penyebaran idiologi tahkim agar umat hanya tunduk kepada hukum Allah dan kesadaran umat islam untuk menegakkan syariat adalah langkah-langkah yang hari ini diupayakan oleh pembawa panji hitam. Israel yang merupakan kekuatan terbesar dunia hari ini akan segera menghadapi pasukan pembawa bendera hitam, jika pasukan ini sudah berjumlah 1 juta. 
Kalau pasaukan panji hitam hari ini telah bergerak dan melangkah, lalu di mana posisi kita?
(AR70/syamorganizer.com)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*