Minggu Pertama di Awal Ramadhan, Rezim Bashar Al Asad Bantai 515 Warga suriah

Damskus – (Syamorganizer.com) – Datangnya bulan suci Ramadhan yang penuh berkah tidak menejadikan rezim tirani Bashar Al Asad ‘puasa’ dari mengalirkan darah rakyat Suriah. Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah mencatat, sebanyak 515 rakyat Suriah terbunuh oleh kekejaman pasukan rezim Bashar Al Asad selama minggu pertama di bulan Ramdhan ini.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu (17/7/2013), Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah menyebutkan, ratusan korban tersebut dengan rincian: 396 warga sipil, yang terdiri dari 42 anak-anak dan 38 wanita, dan 146 pejuang Suriah. Data ini didapat Jaringan HAM Suriah dari tanggal 10/7/2013 sampai tanggal 16/7/2013, dari berbagai penyerangan yang dilakukan pasukan rezim Suriah tanpa henti, pagi dan malam.
Jaringan HAM menunjukkan bahwa jumlah korban dari warga sipil tersebut, khususnya wanita dan anak-anak, akibat pembantaian secara sistematis dan gempuran bom yang setiap hari menghantui mereka.
Dari total jumlah korban, diperkirakan 74 warga Suriah terbunuh setiap harinya. Atau, dalam setiap jam sedikitnya 3 warga Suriah terbunuh. Akan tetapi, jumlah tersebut masih memungkinkan bertambah. Mengingat, banyak tempat-tempat di Suriah yang tidak bisa dijangkau Organisasi HAM.
Atas temuan yang mengerikan tersebut, Jaringan HAM Suriah menegaskan bahwa pasukan rezim Suriah dan pembantunya telah melanggar undang-undang Hak Asasi Manusia. Di samping itu, rezim Suriah juga melakukan kejahatan-kejahatan perang lainnya yang pantas diajukan ke mahkamah internasional.
Di akhir pernyataannya, HAM Suriah meminta kepada dunia internasional, khususnya PBB, untuk turun tangan menangani krisis Suriah yang berkepanjangan. HAM juga meminta Negara-negara dunia, untuk memberikan tekanan kepada Negara pendukung rezim Suriah supaya menghentikan dukungannya terhadap rezim Bashar Al Asad.
Dunia internasional juga diminta mengirimkan bantuan kemanusian untuk rakyat Suriah yang menghadapi berbagai macam cobaan, dari pembunuhan, kekurangan obat-obatan dan bahan makanan pokok. [sumber: hunef/kiblat.net]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*