Mujahidin Suriah Tawan Ulama Syiah Nushairiyah Dalang Pembantaian Ahlu Sunnah

Lataikah – (Syamorganizer.com) – Operasi gabungan yang dilancarkan sejumlah brigade mujahidin di provinsi Lataikah manuai banyak kemenangan. Selain berhasil membunuh 200 pasukan rezim dan milisi Bashar Al Asad serta mengambil alih sejumlah pos militer, mujahidin Suriah juga berhasil menangkap seorang ‘ulama’ Syiah Nushairiyah yang disinyalir sebagai penggerak pembantaian terhadap wanita dan anak-anak Ahlu Sunnah di Suriah.
‘Ulama’ Nushairiyah yang bernama Maufaq Ghazal itu ditangkap mujahidin Suriah pada Senin pagi (5/8), ketika mujahidin berhasil merangsek masuk ke desa Barudah. Ketika ditangkap ia bersembunyi di rumah temannya.
Pria yang berusia lanjut tersebut pernah mengeluarkan fatwa yang memerintahkan membunuh perempuan dan anak-anak dari Ahlu Sunnah dan pembantaian lain di wilayah pantai Suriah. Ia pernah tampak dalam sebuah foto bersama jagal Banias, Ali Kiyali, yang juga merupakan salah satu komandan milisi Shabihah di daerah Basthi, utara pantai Suriah.
Fatwa-fatwa yang dikeluarkan Maufaq Ghazal tersebut diduga sebagai dalang berbagai aksi pembantaian Banias dan sejumlah pembantaian lainnya terhadap Ahlu Sunnah yang merupakan pembantaian terburuk sejak pecahnya revolusi pada pertengahan Maret 2011 lalu.
Sementara itu, para pengamat dan pemerhati urusan Suriah menghimbau mujahidin Suriah untuk tidak mengeksekusi Maufaq Ghazal. Mereka mengatakan, membunuhnya tidak mendatangkan manfaat sedikit pun. Mereka menganggap hal tersebut akan menimbulkan kemarahan sekte Alawi dan menimbulkan kekacuan lebih besar.
Sebuah serangan gabungan besar-besaran dilancarkan pada Ahad (4/8)  oleh mujahidin di pesisir barat Suriah. Mereka menggempur beberapa pos komando militer yang ada di kawasan Jabal Akrod, seperti daerah Tallah, Duurin, Barudati serta yang lainnya.
Serangan yang dinamakan dengan sandi “Ma’rokah Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiallahu ‘anha.” tersebut berhasil menewaskan sedikitnya 200 pasukan Bashar Al Asad dan menggugurkan belasan mujahidin.
Perlu diketahui, sandi “Ma’rokah Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiallahu ‘anha.” sengaja dipilih karena daerah yang diserang merupakan daerah kaum Nushoiriyah yang sangat membenci ibunda ‘Aisyah dan sering mencelanya. Mujahidin memberikan sandi operasi militer mereka dangan nama ummul mukminin ‘Aisyah sebagai ujud pembelaan dan bukti cinta kepada keluarga Nabi Muhammad saw. [sumber: hunef/kiblat.net]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*