Muslim Poso Himpun Dana 75 juta untuk Muslim Suriah

Walau sempat mendapat cobaan bertubi-tubi, panitia Tebar Cinta untuk Bumi Syam (TCuBS) Poso terbilang sukses. Acara yang digelar di lapangan Sintuvu Maroso pada Ahad, (24/11) itu berhasil mendatangkan 600 lebih peserta dan menghimpun donasi sebanyak 75 Juta Lebih.

Terik panas matahari yang menyengat pagi itu tidak menyurutkan antusiasme warga Poso untuk hadir mendengarkan ceramah dari dua orang narasumber yang didaulat sebagai pembicara. Ust Fahmi Suwaidi dari tim Hilal Ahmar Society Indonesia dan Ust Hartono dari Hidayatullah Sulawesi Tengah. Sebelumnya, Habib Ali Al-Jufri juga termasuk salah satu pembicara yang akan menyampaikan orasinya perihal Suriah, namun, mendadak Ketua MUI Sulteng tersebut mendapat amanah untuk segera bertolak ke Sulawesi Barat yang juga sedang tertimpa bencana. Habib Ali lewat pesan singkatnya menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran beliau dalam acara tersebut, Habib Ali menyampaikan semoga suatu saat bisa berkumpul dan berjumpa dengan masyarakat muslim Poso.
Ust Fahmi Suwadi yang tampil sebagai pembicara pertama menyampaikan pengalamannya saat menginjakkan kaki di Suriah setahun yang lalu. Dalam ceramahnya, Ust Fahmi menjelaskan betapa masyarakat Suriah hari ini membutuhkan pertolongan dan bantuan dari saudara-saudara muslimnya terkhusus di Indonesia. 
“Video yang bapak dan ibu baru saksikan tadi, dapat kami konfirmasi bahwa itu benar terjadi. Lucu rasanya, bila masih ada orang-orang yang mengatakan bahwa apa yang terjadi di Suriah adalah konspirasi Amerika untuk menggulingkan pemerintahan resmi Bashar Al-Ashad. Kalau ada yang sampaikan seperti itu kami tantang untuk sama-sama berangkat melihat langsung apa yang terjadi di sana,” terang Ust Fahmi yang juga turut serta dalam Rombongan HASI tim 9.
Ust Fahmi juga menambahkan, bahwa masyarakat Muslim Indonesia, dalam berbagai sudut pandang mestinya turut serta dalam membantu meringankan beban masyarakat Suriah. “Kita mestinya menjadi negara yang berlipat wajibnya untuk membantu Suriah, sebagai orang Indonesia, konstitusi kita jelas menyatakan bahwa penjajahan harus dihapuskan, sebagai manusia, ini juga panggilan kemanusiaan, terlebih sebagai seorang muslim, kita diberitahu bahwa mukmin yang satu dengan mukmin yang lainnnya adalah bersaudara,” tutur ustadz yang juga tergabung dalam Jurnalis Islam Bersatu (JITU) itu.
Sementara itu, Ust Hartono yang tampil sebagai pembicara kedua memulai dengan sabda nabi tentang persaudaran kaum muslimin. ”Almu’minu lil mu’minin kalbunyaani, yasyuddu ba’dhuhu ba’dha. Orang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan antara satu dan lainnya. Maka, penderitaan muslim Suriah, juga menjadi derita kita hari ini. Sesak mestinya dada kita, saat mendengar berita yang disampaikan tadi, bagaimana saudara-saudara kita di Suriah ketika menyambut muslim dingin,” terang Ust Hartono.
Ust Hartono juga mengetuk kepedulian masyarakat yang hadir untuk menyisikan sedikit kelebihan harta yang dimiliki untuk disumbangkan pada masyarakat Suriah. “Kita tidak habis pikir, bagaimana suatu daerah di Suriah yang meminta fatwa dari ulama setempat untuk membolehkan memakan bangkai kucing sebab pemboikotan dan tak ada lagi yang bisa dimakan. Bersyukur, bila kita hari ini bisa menikmati menu 4 sehat 5 sempurna,” tandasnya. 
Acara tabligh akbar pagi itu diakhiri dengan penggalangan dana, peserta yang hadiri terlihat antusias memberikan donasi terbaiknya untuk disumbangkan kepada masyarakat Suriah. Bahkan sebuah desa terpencil di daerah malino Kabupaten Poso, mengumpulkan uang sebanyak 3 juta rupiah untuk disumbangkan. Semoga, dana yang terkumpul dapat meringankan beban masyarakat Suriah serta menjadi catatan amal bagi donatur yang menyisikan hartanya. 
(Fahry/syamorganizer.com)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*