NGO Malaysia – Indonesia Lounching Kampanye Peduli Anak Suriah

Kuala Lumpur – Konflik Suriah telah memasuki tahun keempat. Data PBB menyebutkan ada ratusan ribu orang dilaporkan tewas. Sementara jutaan lainnya melarikan diri ke luar negeri atau terlantar bersembunyi di rumah sendiri.

Permasalahan Suriah bukan hanya persoalan antara pihak rezim dan oposisi berperang. Masalah sosial terutama krisis kemanusiaan terjadi dan menimpa rakyat yang sampai saat ini masih bisa bertahan. Kekurangan bahan pangan, tidak adanya kebutuhan perobatan sampai ancaman kematian menjadi mimpi buruk sehari-hari mereka.

Suriah pun kini terancam kehilangan generasinya. Bom – bom dijatuhkan militer Basyar Asad ke kantong-kantong yang masih dipenuhi oleh mayoritas Muslim. Butiran peluru dimuntahkan oleh milisi setia keluarga Asad, seperti Hizbullah dan tentara bayaran dari poros kiri.

Tak pandang bulu, anak-anak pun sering menjadi sasaran kebengisan mereka. Ditangkap, ditahan, dibunuh dan diperkosa. PBB juga mencatat tak kurang dari tiga juta anak-anak baik di dalam atau di luar Suriah tak dapat melanjutkan pendidikan mereka.

Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan ini, gabungan lembaga nonpemerintah (NGO) Malaysia yang fokus mengurusi kebutuhan warga Suriah akan meluncurkan kampanye bertema #SaveTheChildrenOfSyria untuk membantu dan menyelamatkan anak-anak Suriah, di samping juga menyampaikan kabar terkini tentang perkembangan di bumi Syam itu.

Tercatat beberapa NGO Malaysia menyatakan diri bergabung dalam kampanye kemanusiaan ini, seperti Malaysia Life Line for Syria (MLLFS), Majlis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM), Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM), Global Peace Mission (GPM) Malaysia, HALUAN Malaysia, Syria Care dan Pertubuhan Solidariti Madani Malaysia.

Dua NGO asal Indonesia pun turut ambil bagian dalam kampanye ini, yaitu Syam Organizer dan Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS).

“Kampanye ini perlu dilakukan karena konflik Suriah melibatkan anak-anak yang jumlahnya banyak. Konflik Suriah juga merupakan pembantaian terbesar kedua di dunia,” kata Ketua MLLLS, Syahrir Azfar, dalam konferensi persnya di Kuala Lumpur, Sabtu (31/05).

Kesehatan anak-anak Suriah disebabkan oleh buruknya kondisi kamp-kamp pengungsian yang tidak didukung oleh fasilitas kesehatan yang mumpuni juga menjadi alasan kampanye ini dilaksanakan, kata Syahrir. Selain itu, anak-anak Suriah pun terancam menjadi obyek penjualan seksualitas, berdasarkan laporan yang disiarkan oleh International Business Times yang bertajuk Syrian Refugees Crisis: Girls Sold as Sex Slaves to Aged, Wealthy Arabs.

“Mereka (anak-anak) diberikan (dinikahkan) kepada para orang kaya dengan mahar yang rendah. Tidak lama setelah itu mereka kemudian diceraikan,” papar Syahrir. “Malah sekarang tumbuh agen-agen pencari jodoh yang mengambil peluang dan keuntungan di atas penderitaan para pengungsi Suriah.”

Persatuan NGO Malaysia-Indonesia ini menyeru kepada masyarakat untuk bersama-sama mendukung kampanye ini sebagai tanda solidaritas kepada anak-anak Suriah. Dukungan bisa dimulai dengan menyampaikan pesan di media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram dan lain-lain dengan menggunakan tagar #SaveTheChildrenOfSyria.

“Kami menargetkan sebanyak satu juta tagar terkumpul dalam tempo satu bulan selepas deklarasi kampanye,” kata Syahrir.

Syahrir menambahkan, selain kampanye tagar di media sosial, mereka juga menyeru masyarakat untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk bantuan obat-obatan, makanan dan pendidikan bagi anak-anak Suriah yang berada di dalam dan juga di luar Suriah. (Sumber: bumisyam.com)

AR70/syamorganizer.com

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*