Oemar Mita : “Sampai Kapan Kekejaman ini Berakhir?”

Semarang – Syamorganizer.com – Syam Organizer Daerah Samarkand mengadakan Kajian Islam dengan tema “Fitnah-Fitnah Akhir Zaman dan Tangisan Negeri Syam” yang dilangsungkan di Masjid Assalam Mugas Dalam, Semarang, Sabtu (10/5/2014). Kajian tersebut diisi oleh Ust. Oemar Mita, Lc,  da’i muda dari Bekasi, yang memaparkan tentang fitnah-fitnah akhir zaman yang saat ini marak terjadi.

Da’i yang pernah menjadi relawan kemanusian di Suriah ini menjelaskan tentang perkara apa saja yang berat di akhir zaman? Jawaban dari pertanyaan tersebut bukanlah sholat, naik haji maupun umroh. Perkara yang berat itu adalah menjaga iman dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. “Perkara sulit di akhir zaman bukan sholat, bukan haji atau umroh, bukan puasa, tetapi perkara berat di akhir zaman adalah menjaga keistiqomahan dalam beriman kepada ALLAH SWT”,  tutur ustadz kelahiran Kudus ini.
“Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika diturunkan kepada beliau -shallallahu ‘alaihi wasallam- ayat 112 Surat Huud, yang menjadikan rambut beliau -shallallahu ‘alaihi wasallam beruban karena saking merasa beratnya untuk menjaga istiqomah”, lanjutnya menerangkan.

Selain itu, Oemar Mita juga menjelaskan tentang umat Islam di Suriah yang kondisinya masih dalam penindasan dan kekejaman Bashar Asad. Entah sampai kapan kekejaman ini akan berakhir. “Mereka -umat Islam- di Suriah tidak tahu kapan kekejaman itu akan berakhir. Hari-demi hari mereka lalui dengan situasi yang menakutkan dan serba kekurangan”. “Kalau relawan bertugas hanya sebulan dan membawa perbekalan yang cukup, lalu sebulan kemudian bisa pulang ke tanah air, maka mereka tinggal di sana tidak terbatas waktu”, tuturnya.

Puluhan peserta yang hadir dibuat kagum oleh penjelasan Ustadz Oemar yang menceritakan betapa barokahnya orang-orang yang hidup di negeri Syam. “Meski hidup dalam tekanan dan di bawah bayang-bayang kematian, tetapi mereka hidap dalam keberkahan, karena setiap aktivitas mereka bernilai ibadah yang besar di sisi Allah Ta’ala. Karena mereka hidup di bumi ribath, menjaga perbatasan tanah-tanah umat Islam. Tidur mereka bernilai ibadah, berjaga mereka bernilai ibadah, bahkan sampai buang air pun bernilai ibadah. Karena mereka hidup di negeri Syam. Negeri yang diberkahi. Negeri ketiga yang diberkahi setelah Makkah dan Madinah”.

Setelah usai acara, masih saja ada peserta yang bertanya menginginkan penjelasan lebih lanjut tentang kondisi umat Islam Suriah, yang memang harus diketahui dari sumber-sumber yang bisa dipertanggung jawabkan.

Rep : Ricky
Red: Azed/AR70/ syamorganizer.com

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*