Opick Kerahkan Waktu untuk Bantu Suriah

Opick (tengah berjubah putih) bersama tim Syam Organizer

Opick (berjubah putih) bersama tim Syam Organizer

Ambon – Syamorganizer.com – Sosok Opick begitu dikenal oleh Syam Organizer di Ambon. Lelaki berperawakan tinggi ini adalah salah satu personel Syam Organizer di Ambon yang giat dalam mengemban amanah Syam Organizer. Dalam kesehariannya, pemuda Ambon ini terkenal sangat rajin mengurusi hal-hal yang terkait dengan event Syam Organizer. Tulis menulis adalah pekerjaannya. Mulai dari membuat undangan sampai surat perijinan. Tidak hanya itu segala persoalan terkait dengan poster publikasi dia juga yang mengerjakannya. Mulai dari desain sampai edit foto, bahkan download video sampai bakar cd dan seabrek kerja lainnya,  beliau kerjakan sendiri, tanpa pamrih, tanpa upah, tanpa bayaran sedikitpun.

Kiprahnya di Syam Organizer telah dimulai sejak Airmata Suriah,Tebar Cinta untuk Bumi Syam, Saatnya Peduli Mari Berbagi sampai Sehari Peduli Suriah dan berbagai event SO lainya. Berpeluh keringat adalah hal biasa baginya. Berjibaku siang dan malam, kadang sampai larut malam terjaga dengan jemarinya yang masih saja menari-nari di keyboard komputernya tak jarang ia lakukan. Bahkan di saat teman-teman lainya sudah tumbang dalam kelelahan dan kecapekan ia masih asyik mengerjakan pekerjaan Syam Organizer.

Tidak ada imbalan uang yang ia dapatkan karena semua infaq yang diperoleh dalam setiap event yang diadakan disetorkan untuk disampaikan sesuai amanah yang diberikan. Bahkan sekedar untuk biaya operasional pun tim SO tidak berani mengambilnya. Semua kerja  bahu-membahu menanggung dan memikul bersama- sama. Apa yang dipunyai, apa yang bisa diberikan, apa yang bisa  dikhidmatkan mereka lakukan untuk saudara muslim di Suriah.

Kepedihan dan derita yang didengarnya di berbagai sosial media telah menggetarkan hatinya hingga menguatkan tekadnya untuk selalu membantu dan memperhatikan mereka dengan usaha yang bisa ia lakukan. Harapannya, apa yang ia lakukan bisa dijadikan hujjah di hadapan Allah ketika Sang Pemilik Hidup menanyakan wujud dari ukhuwwah islamiyyah yang diyakininya.[abu asma/a-editor: ar70]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*