Oposisi Suriah Bantah Tuduhan Rusia Tentang Penggunaan Senjata Kimia

Damaskus – (Syamorganizer.com) – Dewan koalisi nasional Oposisi Suriah, Rabu (10/7/2013), membantah pernyataan Rusia yang menuduh pejuang Suriah menggunakan senjata kimia dalam pertempuran di pinggiran kota Aleppo pada bulan Maret lalu. Oposisi meminta PBB diijinkan langsung turun ke Suriah untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia tersebut.
Juru bicara oposisi Suriah, Khalid Shalih, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan pembebasan Suriah (FSA) mengutuk segala bentuk penggunaan senjata kimia untuk menyerang warga sipil. “Kami membantah tuduhan Rusia tentang penggunaan senjata kimia di Khan Al Asl, Aleppo, oleh pejuang FSA” katanya.
Khalid menambahkan bahwa yang mempunyai teknologi senjata kimia dan cara mengoprasikannya hanyalah rezim Suriah.
“Kami meminta badan pengawas PBB untuk dibolehkan terjun langsung ke Suriah menyelidiki penggunaan senjata kimia yang selama ini dihalang-halangi oleh rezim Bashar Al Asad” lanjut Khalid.
Sebagaimana diberitakan, Rusia menyatakan telah menyerahkan bukti penggunaan senjata kimia kepada tim penyelidik PBB. Duta Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, memberitahu wartawan ia mengajukan satu analisis, yang disahkan organisasi senjata kimia Rusia dalam berkas 80 halaman gambar, formula dan grafik, kepada Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon.
Churkin mengatakan gas sarin –cairan tanpa warna dan bau yang mempengaruhi sistem syaraf– ada di dalam proyektil yang ditembakkan ke dalam Wilayah Khan Al-Asal di Aleppo pada 19 Maret. Sebanyak 200 orang tewas dalam serangan tersebut. Rusia mengatakan bahwa rudal yang berisi zat kimia tersebut bukan jenis rudal yang dimilik pasukan rezim.
Investigasi yang dilakukan Rusia tersebut atas undangan dan permintaan rezim Bashar Al Asad. Sebagaimana diketahui, Rusia adalah satu-satunya Negara yang secara terang-terangan mendukung penuh rezim Bashar Al Asad dengan segala kekejamannya. Rusia juga Negara pemosok senjata utama untuk pasukan rezim Suriah.
Sebelumnya, setelah Rusia menyerahkan berkasnya ke PBB, Amerika Serikat yang merupakan sekutu Rusia juga membantah tuduhan Rusia tersebut. AS mengatakan, tidak ditemukan bukti bahwa pasukan oposisi menggunakan senjata kimia di Aleppo pada Maret lalu.
Sampai saat ini, PBB belum mengirimkan tim investigasinya untuk menyelediki penggunaan senjata kimia di Suriah, meskipun kedua belah pihak saling tuduh. Hal itu disebabkan terjadi perselisihan di antara para diplomat PBB tentang masalah ini. [sumber: hunef/kiblat.net]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*