Pemerintah Indonesia vs Malaysia dalam Mensikapi Syiah

Syamorganizer.com- Ahad, (1/1/2013) Syam Organizer bekerja sama dengan Forum Pengajian Al-Kautsar (FPA), dan Laskar Ummat Islam Semarang (LUISS) menggelar perhelatan akbar bertajuk Seminar dan Bedah Buku “ZIONIS DAN SYI’AH BERSATU HANTAM ISLAM”. Acara itu mendapat respon yang luar biasa, tidak saja dari masyarakat Semarang, tetapi juga dari Jepara, Pati, Kudus, Demak, Kendal dan Pekalongan. Masjid Madyo Mangun Karso, atau populer dengan Masjid Panut di Kecamatan Pedurungan, Semarang bak magnet yang menarik ratusan massa untuk hadir.
Seminar yang dirancang untuk memahamkan masyarakat akan persekongkolan jahat Zionis dan Syi’ah menghacurkan Islam ini menghadirkan tiga tokoh penolakan ajaran Syi’ah, yaitu  Ust. Anung Al-Hamat, Lc, M.Pd.I sebagai ketua MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia), Ust. Fuad Al-Hazimi, sebagai da’i sekaligus pakar syi’ah, dan Ust. Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi, S.Sos.I sebagai penulis buku sekaligus koordinator JITU (Jurnalis Islam Bersatu) yang baru saja melakukan investigasi dari Patani dan Yala di Thailand Selatan.
Saat berjubelnya peserta, ada satu hal yang cukup disayangkan oleh panitia, yaitu moderator yang semula direncanakan dari MUI Semarang dan sudah dikoordinasikan panitia kehadirannya, urung untuk mengisi. Demikian juga sambutan dari MUI Semarang, tidak bisa hadir. Ada informasi bahwa ada oknum yang menekan keduanya untuk tidak maju menjadi moderator atau sambutan. Akan tetapi, acara tetap berjalan sesuai dengan rundown yang telah dibuat panitia.
Dalam pemaparannya, Ust. Anung Al-Hamat yang didaulat sebagai pembicara pertama menjelaskan tentang sesatnya ajaran Syi’ah dalam pandangan Islam dan pentingnya ummat Islam untuk peduli akan bahaya Syi’ah sekaligus melakukan tindakan-tindakan untuk mencegah berkembangnya ajaran sesat tersebut di tengah-tengah masyarakat. “Agar jangan sampai ritual-ritual mereka seperti perayaan Asyuro dan Idul Ghadir terjadi di masyarakat kita”, terang ustadz yang pernah menjadi korlap demonstrasi pembubaran acara Asyuro di Jakarta beberapa waktu lalu.
Adapun Ust. Fuad Al-Hazimi sebagai pembicara kedua memaparkan dari angel yang berbeda, yakni dengan metode pemutaran video tentang seluk beluk ajaran Syi’ah yang selama ini dilakukan kebanyakan penduduk Indonesia tetapi mereka tidak sadar. Dalam salah satu video tersebut ditayangkan bahwa tari Seudati di Aceh, atau di masyarakat Jawa pada 1 Suro ada tradisi membuat bubur putih dan bubur merah yang hal itu mirip dengan tradisi Karbala ajaran Syi’ah. Juga tentang cara taqiyahnya penganut Syi’ah ketika ditanya “Anda Syi’ah atau Ahlussunnah?”, maka taqiyahnya mereka dengan menjawab, “Saya Muslim”.
Ust. Fuad Al-Hazimi memberikan letak kesalahan syiah secara mendasar, yaitu mana mungkin kita akan memberikan nama anak kita seperti nama orang yang kita benci. “Syi’ah sangat membenci sahabat Abu Bakar, Umar, Utsman dan lainya, tetapi mengapa sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu yang mereka agung-agungkan justru memberi nama anak-anaknya dengan nama Abu Bakar, Umar, Utsman? Padahal sahabat Ali ini juga orang yang membenci Syi’ah”. Kebencian yang mendalam orang syiah tertuang dalam doa shonamain quraisy, yang berupa doa laknat kepada sahabat Abu Bakar dan Umar bin Khattab.
Ustadz yang pernah menjadi Imam Masjid Al-Hijrah, Sidney, Australia ini juga menyampaikan, “Ada tokoh Syi’ah di Indonesia, Qurays Shihab pengarang Tafsir Al-Misbah yang saat mengisi kajian di TV muqoddimahnya begini “Alloohumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad wa’alaa ash-haabihil akhyaar…, mestinya kalau ahlussunnah mengucapkan “Aloohumma sholli ‘alaa Muhammad wa’alaa aali Muhammad wa ‘alaa ash-haabihi ajma’in” “karena kalau al-akhyaar berarti memilah dan memilih sahabat, dan itulah ciri-ciri Syi’ah. Sedangkan ajma’iin adalah untuk semua sahabat dan tidak membeda-bedakan, itulah Ahlussunnah” terangnya. Sebagaimana kita ketahui juga, bahwa ciri orang Syi’ah dalam bersholawat itu mengucapkan “Alloohumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad”, bukan “… wa ‘alaa aali Muhammad”.
Di sesi pembicara ketiga, Ust. Pizaro menjelaskan tentang gerakan Zionis Internasional yang dimotori oleh Yahudi dan juga gerakan Syi’ah untuk menghancurkan Islam. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa, “Selama ini masyarakat memandang bahwa Syi’ah dan Zionis adalah dua kelompok yang saling bertikai. Akan tetapi kenyataannya tidaklah demikian, justru malah sebaliknya, mereka bersatu menghancurkan umat Islam. Contohnya lihatlah di Suriah! Syi’ah disana minoritas tetapi membunuh dan membantai ahlussunnah!, Contoh lagi lihatlah di Iran! Disana sinagog-sinagog Yahudi tumbuh subur, namun tidak ada satu pun masjid Sunni diijinkan untuk berdiri, dan ulama-ulama Sunni disingkirkan dan disiksa”. Lalu, apa persamaan Yahudi dengan Syi’ah? “Persamaannya adalah mereka sama-sama menghantam Islam”, jelasnya saat menjawab pertanyaan dari salah satu peserta.
Ustadz yang biasa dipanggil Bang Pizaro ini juga menjelaskan bahwa, di Malaysia pembahasan aliran sesat sudah selesai, karena di sana pemerintah mengakui agama yang sah adalah Islam. Jika ada yang menyimpang dari Islam maka pemerintahlah yang bertindak. Ibaratnya, di sana pemerintah sebagai FPI (Front Pembela Islam-red) di Inonesia. Di sana juga, Syi’ah sudah dilarang dan tidak boleh mendirikan ormas. Jika ada yang ketahuan Syi’ah maka polisi diraja Malaysia yang mengamankan. “Lha, kalau di Indonesia? Pemerintahannya mengakui Islam sebagai agama yang sah, tetapi jika ada yang orang melecehkan Islam, pemerintah hanya diam saja. Padahal diamnya pemerintah terhadap kesesatan Syi’ah itu berarti membiarkan pertikaian antara Sunni-Syi’ah terjadi”. Nah!
Selama acara berlangsung, peserta sangat antusias dan bersemangat mendengarkan pemaparan dari ketiga nara sumber. Kerap juga terdengar gema takbir memecah suasana forum menjadi hangat. Semoga acara ini ditindaklanjuti dengan tindakan-tindakan nyata menolak tersebarnya ajaran sesat Syi’ah yang terkutuk itu.
Di sela-sela acara, panitia mengedarkan kotak infak untuk kemanusiaan Suriah, dan berhasil menggalang dana sebesar Rp. 14.795.000,- + 2 buah cincin emas + 1 jam tangan dan 1 buah mobil Honda Civic Th 1986. (AZ-313)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*