Pendistribusian Midfa’ Bantuan Tahap 11, Suriah Mulai Dikepung Salju

IMG-20141225-WA0024

Pendistribusian Midfa oleh Relawan SO dan CaS

Suriah, di akhir masa tugasnya, relawan memaksimalkan bantuan program musim dingin 2014 dengan mendistribusikan midfa (penghangat ruangan), air bersih dan banhan bakar pada hari Ahad (21/12/2014)

“Dikarenakan suhu siang sudah 3°C, sementara di malam hari bisa di bawah 0°C, yang paling urgen menurut kami adalah mesin penghangat, air bersih juga bahan bakar minyak, karena dikwatirkan saat salju sudah turun mereka akan sangat kesulitan mendapatkn barang-barang tersebut, misalnya sumber-sumber air yang sudah mulai membeku dan sebagainya”, demikian kata Abu Abdillah, salah satu relawan kemanusiaan SO untuk Suriah tim ke-5.

Karenanya, barang-barang yang sangat mereka butuhkan di musim dingin tersebut segera dibelikan dengan sisa dana bantuan yang masih ada. Setelah semua dibeli, segera para relawan itu mendistribusikan bantuan tersebut.

Untuk daerah pendistribusian, relawan bergerilya berkeliling di semua tenda-tenda pengungsian, sekolah, pesantren tahfizd qur’an atau desa-desa yang masih belum mempunyai mesin penghangat. Mereka disambut oleh warga dengan hangat.

IMG-20141225-WA0030

Pendistribusian air bersih

 

“Alhamdulillah warga sangat bersyukur dengan bantuan-bantuan ini karena memang saat ini bantuan tersebut sangat pas”, jelas Abu Abdillah. “Inilah yang mereka butuhkan”, sambungnya. “Sebenarnya masih banyak sekali kebutuhan pokok mereka yang belum dapat terpenuhi”, tambahnya dengan gurat kesedihan.

 

IMG-20141225-WA0029

Persiapan pendistribusian bahan bakar

 

Di akhir sisa tugasnya, tim relawan menyempatkan diri untuk jalan-jalan diperbatasan Turki. Di sini (perbatasan Turki) salju sudah mulai turun. Air di puncak-puncak bukit sudah membeku. Pegunungan di daerah antara Hatai sampai Adana semua tertutup salju. Bahkan mesin penghangat di mobil relawan seperti sudah tidak berfungsi. Dinginnya udara terasa menusuk tulang hingga para relawan merasakan ngilu kedinginan.

IMG-20141225-WA0035

Kondisi pegunungan yang sudah diliputi salju

 

“Maa Syaa Allah, kami tidak percaya saat melihat termometer kami yang sudah menunjuk angka -9°c”, kata Abu Abdillah. Hal itu mengingatkan para relawan dengan tenda-tenda rapuh para pengungsi. Diperkirakan akhir Desember ini, tenda-tenda rapuh para pengungsi akan menghadapi keras dan dinginnya salju. Karena jarak antara pegunungan tersebut dengan tenda pengungsian kurang dari 250km.

Sementara itu, PBB melalui UNHCR mengatakan sangat kewalahan dan sudah mulai kehabisan anggaran. Padahal salju sudah mengepung di semua penjuru Suriah bahkan juga Palestina. Sekjen UNHCR menghimbau semua negara di seluruh dunia untuk segera menggalang dana membantu pengungsi Suriah dan Palestina.

“Maka kami sampaikan untuk saudaraku umat Islam di Indonesia, lihatlah bahkan orang yang bukan muslim pun, orang yang tidak punya agamapun miris dan risau dengan kondisi anak-anak di Suriah dan Palestina, bagaimana dengan kita yang satu aqidah, dipimpin oleh Nabi sama, dengan tuntunan Qur’an yang sama, beribadah dengan kiblat yang sama. Ingatlah, wahai saudaraku, anak-anak mereka adalah anak-anak kita. Kesulitan mereka adalah kesulitan kita juga. Darah dan kehormatan mereka adalah adalah tanggung jawab kita. Wahai saudaraku belum terlambat untuk membantu. Jangan tunggu merek beku untuk membantu”, demikian himbauan Abu Abdillah kepada semua umat Islam di dunia khususnya di Indonesia. (Abu Abdillah)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*