Perjalanan Imam Palestina di Kota Mendoan

DSC_0277

Purwokerto, syamorganizer.com – Ramadhan tahun ini menjadi moment tak terlupakan bagi Syeikh dari Palestina. Empat Syeikh yang didatangkan oleh Syam Organizer dalam program Safari Ramadhan ke Indonesia mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Indonesia. Mereka dibagi dalam dua tim, masing-masing untuk Indonesia bagian timur dan Indonesia bagian barat.

Purwokerto, yang dikenal sebagai kota mendoan menjadi tujuan Syeikh Imad Ahmad Muqod dan Syeikh Husam Tahir di hari ke-5 dan 6 Ramadhan. Mengawali perjalanan dari Yogyakarta dan Solo dengan kereta Argo Lawu, rombomgan tiba pada Kamis siang (9/6/2016).

Beberapa perjalanan dakwah dari masjid ke masjid dilakoninya dengan sabar meskipun lelahnya perjalanan terkadang menghampiri. Mengabarkan kondisi umat Islam di Masjidil Aqsho, menyadarkan masyarakat Purwokerto wajibnya perduli dengan keadaan kaum muslimin, hingga memberikan motivasi ibadah supaya Ramadhan lebih bermakna adalah tugas utama di kota ini.

Setidaknya ada lima masjid yang menjadi destinasi dakwah kali ini. Masjid Al-Fatah Purwokerto, Masjid Fatimatuzzahro (MaFaza), Masjid Baitul Arqom, Masjid Jendral Sudirman, serta Masjid Tujuh Belas Purwokerto.

Sebagaimana di masjid-masjid yang sebelumnya kami kunjungi, di Purwokerto pula masing-masing masjid memiliki kesan tersendiri bagi Syeikh dan tim Syam Organizer. Mulai dari kisah haru jamaah yang tak kuasa menahan tangis di pelukan Syeikh Husam dan Syeikh Imad, Kisah anak kecil yang rela menitipkan uang yang didapatkanya karena menang lomba Pildacil, hingga kisah anak kecil yang menitipkan recehan hasil tabunganya selama sebulan.

Tak hanya masyarakat aslinya yang dermawan, yang membuat Syeikh dan tim merasa rindu dengan kota mendoan ini adalah banyaknya jama’ah-jama’ah keturunan Arab yang tak kalah berlomba dalam kebaikan. Sebagaimana tabiat asli orang Arab yang dermawan dan suka menjamu tamu, begitu pula yang kami rasakan.

Masakan khas Arab menjadi menu spesial bagi tim yang notabene bukan orang Arab namun bisa merasakan lezatnya masakan Arab. Di kota inilah pertama kalinya Syeikh Husam Tahir makan buah Durian, dan buah Salak yang belum pernah dijumpainya.

Sampai jumpa Purwokerto, kota Mendoan, Kota Satria, dan Kota “Ngapak” yang tidak akan pernah kami lupakan. Tiba saatnya Syeikh Imad dan Syeikh Husam melanjutkan perjalanan, dan sampai jumpa di kota Cilacap.

Rep/Ed : Irfan K.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*