Perkembangan Dukungan untuk Pejuang Muslim di Suriah

sbr: an-najah.net
Yogyakarta. (Syamorganizer.com) Sekitar 71 orang perwira Suriah dan 7 diantaranya berpangkat jenderal, membelot dan  menyeberang ke negara tetangga Turki. Beberapa jam kemudian, sekitar 30 orang anggota elit khusus Damascus, Garda Republik juga membelot.

Aksi pembelotan ini dilakukan hanya jarak beberapa jam saja dari seruan jihad ke Suriah yang dilakukan oleh para ulama dunia.

Hal ini menunjukkan adanya perkembangan yang cepat terkait dengan kondisi di Suriah. Beberapa pengamat dan tokoh-tokoh yang mendukung perjuangan pembebasan Suriah di berbagai negara, termasuk Amerika, menyatakan bahwa perubahan cepat ini tidak semata-mata disebabkan perubahan sikap Washington. Razalina Chomsky seorang filantropis internasional dalam akun twitternya menyatakan,”Para pahlawan di Suriah akan segera mendapatkan dukungan dan ini tidak ada kaitannya dengan rencana Obama. Terima kasih orang-orang Turki”


Menurut Rozalina dibukanya pintu-pintu perbatasan Turki – Rusia untuk masuknya persenjataan berat bagi para peuang yang selama ini sudah terkumpul di Turki merupakan salah satu indikasi cepatnya perkembangan di Suriah.

Seperti telah diketahui, informasi tentang mengalirnya persenjataan dari arah Turki sudah beredar di kalangan pengamat sejak tiga pekan yang lalu ketika para menlu Uni Eropa menyatakan mencabut embargo senjata terhadap Suriah. Hal ini memungkinkan negara demi negara Eropa untuk memberikan bantuan persenjataan kepada para pejuang. Tindakan ini diprotes keras oleh sekutu Basyar, terutama Rusia, yang selama dua tahun revolusi ini tanpa tedeng aling-aling terus mengirimkan persenjataan canggih termasuk rudal S3000 kepada rezim Basyar al-Assad. (diadopsi: sahabatsuriah.com)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*