Persoalan Palestina adalah Persoalan Akidah

As5i0WcECX_cvbYtNEx7sdjBOv8wWNwSqm_1gZ1aZI_X

Samarinda, Syamorganizer.com – Pembicaraan dan ceramah tentang Palestina sering disampaikan para Syaikh Palestina yang disafarikan oleh Syam Organizer dan One Ummah Solidarity. Kenapa harus Palestina? Apa hubungannya dengan kaum muslimin di Indonesia. Kenapa kaum muslimin di Palestina tidak hijrah saja ke bumi yang lebih aman. Kenapa harus terusir. Berbagai pertanyaan itu mungkin muncul pada diri kaum muslimin.

Beberapa alasan kenapa pembicaraan dan sosialisasi tentang Palestina harus terus dilakukan, antara lain pertama, selain Palestina merupakan bagian dari bumi Syam yang diberkahi oleh Allah, persoalan Palestina adalah persoalan akidah. Di samping itu Palestina adalah tempat berkumpul al manshar wal mahsyar. Di Paletisna ada masjid al Aqsha yang dibangun 40 tahun setelah Masjidil Haram. Nabi-nabi pernah makmum di Palestine. Ia juga merupakan kiblat pertama dan tempat transit isra miraj Rasulullah SAW.

Namun kejayaan Palestina di masa lalu sungguh sangat jauh berbeda dengan kondisi Palestina hari ini. Kalau dulu kaum muslimin dari masa shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in (tiga generasi pertama) terlihat sekali kejayaannya. Mereka adalah generasi yang kuat, mulia dan bangga dengan islam. Umar berangkar dari Hijaz ke Palestina . Hari ini kondisi umat islam yang ada di bumi Syam dan bahkan umat islam pada umumnya berada dalam kehinaan. Lihatlah Suriah, Palestina, Mesir, Afghanistan dan Rohingya. Sungguh ironi dan menyesakkan hati.

Di setiap rumah kaum muslimin di Palestian pasti ada anak yatim dan janda. Bahkan ada kisah yang mengharukan ketika ada seorang anak kecil mau subuhan, dia ditangkap oleh Yahudi kemudian dimasukkan ke mobil dan anak kecil tadi dimasukin bensin lewat mulut kemudian dibakar. Walaupun mereka bukan anak kita tapi mereka terikat kalimat tauhid la illaha illallah.  Karena kalimat tauhid, mereka dibunuh. Di Baitul Maqdis kondisinya tidak lebih baik dari itu.

Usaha menghancurkan tempat suci itu terus dilakukan oleh Yahudi. Masjid al Aqsha dikeruk, dibikin gorong-gorong dengan alasan mencari Haikal Sulaiman. Hal itu menjadikan muslim di sana setiap harinya selalu berdoa agar segera dimatikan, karena mereka takut jika suatu saat nanti ada pertanyaan tentang kepeduliannya terhadap al Aqsha. Lalu apa yang sudah kita lakukan?

Permasalahan al Aqsha tidak akan selesai hanya dengan kata-kata. Harus ada realisasi dalam amal nyata untuk membebaskan al Aqsha.

Inilah langkah dalam ikut andil pembebasan al aqsha.

  1. Mujahadun nafs, memerangi nafsu kembali dan melakukan ketaatan yang lebih baik. Bagaimana mngkin bercita-cita untuk membebaskan al Aqsha namun tidak mampu membentengi diri sendiri dari hawa nafsu.
  2. Peran ibu/Wanita sebagai penyiapan pemimpin. Kaum wanita dapat berperan dalam usaha pembebasan al Aqsha dengan menyiapkan generasi seperti Sholahudin dan Umar ra. Mereka adalah generasi yang baik. Para ibu ini menjadi madrasatul ula. Para ibu inilah yang diharapkan dari tangan dan hatinya mampu mendidik putra putri kaum muslimin hingga mereka paham akan Palestina dan bumi Syam pada umumnya. Ironi memang kalau sampai umat islan tidak mengetahu persoalan Palestina. Bahkan tidak mengetahui al Quds. Dan hal itu benar-benar nyata terjadi. Syaikh Ahmad Syarif menjelaskan ada di antara kaum muslimin yang tidak mengetahui apa itu al Quds. Bahkan ketika ditanyakan al Quds itu ibukota mana ada yang berdiri dan menjawab bahwa al Quds adalah ibukota Israel. Padahal mereka tinggal di sekitsr Aqsha namun mereka tak pernah memperhatikan permasalahan kaum muslimin. Karenanya, jangan acuh terhadap masalah ini.
  3. Berdoa. Doa adalah senjata mukmin. Ia menjadi salah satu asbab turunnya pertolongan Allah. doa adalah keutamaan muslim. Muslim tidak dimenangkan karena jumlah pasukan tetapi dengan doa dan perjuangan. Ingatlah doa rasul pada perang badar sampai rasul bercucuran air mata dan slendangnya jatuh.
  4. Infaq fiesabilillah. Ada banyak contoh yang dapat diambil terkait dengan Infaq, seorang Abu Bakar dia menginfaqkan seluruh harta beliau, Umar bin Khaththab menginfakkan separoh dari harta beliau, Utsman bin Affan menyiapakan pasukan dan perbekalannya. Mereka melakukan itu semua karena mereka yakin bahwa semuanya adalah investasi akhirat yang tidak akan pernah rugi “Karenanya, Berinfaqlah maka Allah akan menggantinya”, tegasnya. Dari sedekah itu Allah akan mengganti dengan keberkahan sampai di hari kiamat semua akan diganti dengan gunung pahala secara tiba-tiba.

Kesimpulan keempat langkah tadi jika dilakukan maka kemenangan akan diperoleh. Di akhir penyampaiannya syaikh mendoakan agar para jamaah dapat sholat bersama di al Aqsha dan bergabung dengan para mujahidin dan syuhada.

Allah telah menegaskan bahawa umat Islam pasti menang dan akan mengusir Yahudi serta membunuhnya di belakang batu/pohon. Mutlak kemenangan bagi Muslim. Sebenarnya mudah bagi Allah untuk menurunkan bala’ bagi kaum Yahudi tetapi kenapa itu tidak terjadi? Karena Allah memberi peluag dan ladang amal bagi kaum muslimin untuk berjihad hingga kaum muslimin mendapatkan satu di antara dua kebaikan, hidup mulia atau mati syahid. (abu usamah)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*