Poster pun Mengundang Simpati

DSC03724
Pontianak, Syamorganizer.com – Untuk kesekian kalinya Syam Organizer Kalbar menggelar pameran foto dokumenter pada Jumat (27/2/2015) bertepatan saat sholat Jum’at . Dalam kesempatan ini pameran digelar di Masjid Al Hadi tepatnya dijalan Danau Sentarum Pontianak Kalimantan Barat.

Saat ditemui Syam Organizer di kediamannya, Haji Warsito, Ketua Takmir Masjid, menyatakan dukungannya dengan program Syam Organizer, menggelar acara rutin berupa pameran foto-foto dokumenter tragedi Suriah. Beliau juga menyatakan kesiapannya dalam menyisihkan sebagian hasil kotak infaq sholat jum’at Masjid Al Hadi untuk diserahkan kepada saudara muslim di tanah Syam melalui relawan Syam Organizer. Infaq itu bahkan itu diserahkan menjelang pameran foto berakhir.

 

Pameran foto tersebut cukup menyita perhatian anak-anak yang datang di awal sholat Jum’at. Sementara bapak-bapak banyak yang melihatnya selepas menunaikan sholat Jum’at. Mereka merasa prihatin dengan gambar-gambar yang ditampilkan.

Penderitaan anak-anak Syam begitu jelas tergambar dalam pameran ini. Bahkan menjelang berakhirnya pameran ini , ada salah seorang bapak-bapak yang menunggu istri dan anaknya yang sedang menuju masjid guna melihat pameran ini. Setiba ibu dan anaknya, sontak sang ibu bercucuran air matanya tatkala baru melihat beberapa gambar di depan matanya.

foto alhadi“Umat Islam harus mengetahui kondisi yang ada di negeri Syam”, katanya. “Apalagi saat ini musuh-musuh Islam sudah nampak di depan mata”, lanjutnya. Ibu ini kemudian menceritakan keberanian Syiah dan Komunis dalam menunjukkan eksistensinya. Terkait komunis, dicontohkannya dengan munculnya di beberapa media yang menayangkan seorang putri Indonesia mengenakan kaos bergambar simbol komunis.
Tidak hanya berbicara dan cucuran airmata yang ia tunjukkan sebagai wujud kepeduliannya kepada penderitaan kaum muslimin di Bumi Syam, Ibu Rahmad mewujudkan empatinya dengan memasukkan amplop ke kotak infak yang tersedia di pameran ini. Sementara bapak Rahmat sangat berharap program ini bisa dikembangkan ke arah yang lebih konkrit dalam menggandeng alim ulama untuk membendung arus Syiah di Pontianak.

Seperti yang telah direncanakan, bahwa program ini sengaja rutin diadakan setiap sholat Jum’at dan berpindah dari masjid ke masjid dengan harapan agar ummat Islam mengetahui kondisi di Negeri Syam sehingga muncul rasa peduli. Meskipun sempat ada penolakan bahkan Syam organiner diminta untuk mengajukan saja surat permohonan bantuan ke lembaga terkait seperti Bazda atau Dinsos, namun karena ini bukan sekedar penggalangan dana tetapi menyampaikan kabar penderitaan saudara kita di negeri Palestina dan suriah, akhirnya pameran ini pun diterima bahkan mendapat respon dari masyarakat. (mus/kalbar)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*