Puisi Cinta dari Malaysia: Didera Rasa

Rasa seseorang bisa diungkapkan dengan berbagai cara dan media. Rasa bisa terbangun dari berbagai situasi dan suasana. Rasa bisa muncul dari berbagai indera. Itulah rasa yang ada dalam hati seorang wanita, anggota majelis taklim ibu-ibu Surau Al Amin., saat mendengar pemaparan ustadz Saiful Anwar tentang Surian dalam sebuah ceramahnya.

Sebagaimana telah diketahui bahwa selama beberapa hari Ustadz Saiful Anwar, Direktur Syam Organizer Pusat disertai team Syam Organizer Riau mengadakan lawatan ke negeri jiran, Malaysia. Kunjungan mereka ke negeri dengan menara kembarnya ini adalah dengan misi kemanusiaan, yakni penggalian dana untuk kaum muslimin Suriah yang tertindas sekaligus peringatan akan bahasa syiah, khususnya Syiah Nushairiyah.

Karenanya untuk merealisasikan misi tersebut, bekerjasama dengan umat Islam di Malaysia, dan dipandu oleh Ustadz Azril, Ustadz Saiful Anwar bersama team Syam Organizer dari Riau mengagendakan kegiatan tabligh akbar di setiap kesempatan. Salah satunya di Surau Al Amin dengan majelis taklimnya yang terdiri dari ibu-ibu.

Tak jarang pada setiap kesempatan, penyampaian ustadz Saiful Anwar yang memaparkan tentang kondisi yang terjadi di Suriah, menyisakan sendu dan duka di hati para hadirin. Paparan dengan tayangan video yang sempat ia ambil saat menjadi relawan Syam Organizer untuk Suriah tim ke 1 tak urung mampu membangkitkan empati dari hati para peserta tabligh. Bermacam reaksi yang muncul menunjukkan empati dari mereka, dan salah satunya adalah apa yang dituliskan oleh seorang wanita, anggota majelis taklim ibu-ibu Surau Al Amin. Wanita ini mengekspresikan kepeduliannya terhadap penderitaan umat islam di Suriah dalam sebuah puisinya. Rasa hatinya bergolak setelah mendengar dan melihat pemaparan ustadz Saiful Anwar tentang penderitaan dan pembataian terhadap kaum muslimin di Suriah. Tak kuasa didera rasa sang ibu langsung mencurahkan rasa hatinya dalam sebuah puisi sepulang dari acara. Beliau menuturkannya, baris demi baris. Dan inilah deraan rasa yang bisa kita rekam dan telusuri dari setiap kata – katanya

duhai syria
bumi suci
dikau jauh dari pandangan
namun dekat di hati
keindahan mu lenyap sudah
kesengsaraan silih berganti
api kezaliman bertali arus

dimana ibu mu
dimana ayah mu
dimana isteri mu
dimana suami mu
dimana anak anak mu
terlantar brmandi darah

duhai syria
sematkan di hati
Islam tetap bertahta
Allah tetap bersama
Allahu akbar Allahu akbar

biarkan manusia durjana
menempah nerakanya
duhai pejuang pejuang dari Riau
Khidmat bakti mu
tiada siapa yang tahu
BIARKAN !

kalian pahlawan
meredah bahaya
di depan mata
kental dengan keimanan
kental dengan semangat

TERUSKAN …!

kami iringkan doa
kita akan menang
bukan di sini bukan di sana
Jauuuh..
Allahu akbar Allahu akbar
bersama kasih sayang
Rasulullah

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*