Puisi Cinta Hangatkan Bumi Syam

foto3

Poso, Syamorganizer.com – Masjid Al Firdaus yang terletak di Jl. Irian Jaya, Lorong Cendrawasih, Kab. Poso saat itu, Sabtu (11/4/2015) dipenuhi sekitar 350 anak-anak beserta para ustadzah dan sebagian orang tua mereka. Mereka menggelar Pentas Anak dan Penggalangan Dana Kemanusiaan untuk Mengahangatkan Bumi Syam di Musim Dingin. Meski kondisi musim dingin di Suriah dan Palestina sudah berlalu, namun kepedulian mereka terhadap derita muslim di Bumi Syam tak akan pernah sirna. Apalagi derita muslim Bumi Syam belum jelas kapan berakhirnya.

Dalam sambutannya, Koordinator Syam Organizer, Muhammad Amin Adnan, S.Sos menjelaskan tentang penderitaan yang dialami oleh muslim di Suriah, khususnya anak-anak.
“Banyak dari anak-anak di sana yang sudah tidak mempunyai orang tua. Mereka tinggal di tenda-tenda pengungsian tanpa kasih sayang dan perhatian orang tua”, paparnya.

Selain menggambarkan kondisi kaum muslimin di Suriah, Koordinator SO itu juga menjelaskan kepada para orang tua yang hadir pada kegiatan itu bahwa Syam Organizer adalah lembaga resmi yang bergerak di bidang kemanusiaan. Syam Organizer (SO)juga menjadi motivator yang menyemangatikaum muslimin di Indonesia supaya mau menginfaqkan sebagian harta yang dimiliki.

Setelah acara sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pentas anak yang berupa pembacaan puisi. Puisi berjudul Apakah Sampai kepada Kalian Berita tentang Mahanazi yang dibawakan oleh Fatya Amatullah menyentak jiwa dan rasa yang mendengarkan. Puisi itu mempertanyakan apa yang kaum muslimin dengar dari derita Palestina. Lalu apa yang sudah diberikan untuk membantunya, karena sesungguhnya kaum muslimin mampu berbuat untuk mereka.

Karena sesungguhnya kita bisa melakukan sesuatu:
menyebarkan tragedi keji ini pada hatihati yang bersih,
memberi meski sedikit apa yang kita punya
dan mendoakan Palestina

demikian bunyi salah satu baitnya.

foto4

Selain puisi tentang derita Palestina, dalam pentas anak tersebut juga dibacakan sebuah puisi yang berjudul Aku Seorang Anak Suriah oleh Hisan Alfazari. Puisi ini berkisah tentang anak Suriah yang mendapati potongan-potongan tubuh kakaknya dalam sebuah tas. Puisi ini berkisah tentang seorang anak yang melihat bapaknya di tembak di depan matanya. Puisi ini berkisah tentang derita seorang anak Suriah yang tidak bisa mendapatkan kebebasan.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*