Relawan Syam Organizer : Misi ke Suriah adalah Kemanusiaan, Dakwah dan Pendidikan

Yogyakarta, Syamorganizer.com- Bertempat di kantor Syam organizer Ust. Abu Abu Shofie Duta perdana Syam Organizer ke Suriah mengawali ceritanya dengan membaca Surat  surat At Tiin. Beliau  berangkat ke Suriah bersama dengan Ust Abu Fauzan dan 4 tim lain dai HASI bercerita panjang lebar tentang misi syam organizer mengirimkan relawan. Beliau mengatakan bahwa baru setelah sampai di Suriah beliau merasakan akan kebenaran firman Allah Surat At Tiin dan Surat Al Isro’ : 1. Kesuburan dan kemakmuran bumi syam adalah luar biasa, barokah yang Allah turunkan kepada bumi syam terbukti disana, hanya saja karena kedzoliman rezim Bashar Assad, mereka harus tinggal di kamp pengungsian, hak mereka terampas seperti tempat tinggal, pekerjaan, penghasilan, dan hak  untuk mendapatkan  pendidikan. Berawal dari faktor kemanusiaan itulah Syam organizer mengadakan kegiatan penggalangan dana untuk dikirim ke Suriah. Bahkan keberkahan itu beliau rasakan ketika bertemu dengan para pengungsi yang ada. Sopan santun mereka kepada tamu (Relawan) sungguh luar biasa. Kemanapun relawan pergi maka akan didampingi dan diantar sampai di tujuan.
Misi yang  dibawa oleh Tim Syam Organizer  ke Suriah mengarah kepada 3 hal : kemanusiaan, dakwah dan pendidikan. Sisi kemanusiaan ditempuh dengan membangun Rumah sakit Rehabilitasi dan trauma centre untuk para pengungsi di daerah Tardhin Jabal Akrod. Seperti memberikan bantuan obat-obatan serta alat kesehatan  dan biaya operasional rumah sakit lapangan kota Salma dan rumah sakit rujukan Ainul Baidho’ dekat perbatasan Turki. Ternyata  rumah sakit dan trauma centre ini sangat dibutuhkan mereka. Perang di Suriah baik langsung ataupun tidak sangat berpengaruh kepada kondisi kejiwaan mereka. Penanganan luka para korban bisa ditangani di rumah sakit, dan penanganan secara psikologi dapat ditangani di trauma centre. Kemudian selain itu juga membangun mukhoyamah/kamp pengungsian  di hamadiyah daerah Idlib. Hal ini ditempuh dengan memberikan bantuan makanan pokok alat penerangan dan tanur (seperangkat alat pembuat roti dari gandum)
Dakwah di Suriah dilakukan dengan membuat Maktab Dakwy Indonesia di Suriah. Diantaranya ditempuh dengan bertemu para Du’at Hai’ah Syar’iyyah Syam di bawah asuhan Syaikh Abdul Mu’thi Hal ini penting karena sejak pemerintahan Hafidz Al Assad (bapaknya Basyar Assad) kaum muslimin tidak mendapatkan kebebasan melaksanakan Islam secara benar. Para du’at yang berdakwah selalu diintimidasi oleh penguasa, materi dakwah juga diseleksi bahkan para aktifisnya banyak di tangkap. Praktis dakwah sejak masa itu sangatlah memprihatinkan. Bahkan untuk ke depannya kami akan membangun camp pengungsian untuk 250 kepala keluarga yang lengkap dengan play ground, dapur umum, dan fasilitas lain yang lengkap.
Adapun untuk sisi pendidikan bisa dilakukan dengan mengadakan pembinaan dengan memberikan pendidikan kepada anak-anak yang sejak meletusnya revolusi terampas dan tidak mendapatkan hak sama sekali. Sekolah dimana mereka mendapatkan pendidikan sudah hancur dibombardir oleh pasukan Basyar Assad. Rumah tinggal merekapun juga begitu. Orangtua dan para pemuda mereka berjuang, sementara mereka tinggal di pengungsian bersama dengan ibu-ibu dan kaum wanita yang lain.
Sementara Ust. Abu Fauzan seorang pakar parenting keluarga yang berkonsentrasi pada dunia anak-anak ini  mendapatkan kesempatan kedua. Beliau lebih banyak bercerita tentang liku-liku perjalanan menuju ke Suriah, bertemu dengan anak-anak kecil yang sangat mengharukan, mengajari mereka membaca Al Qur’an. Dunia anak ternyata lebih menjadi perhatian beliau ketika di Suriah. Sampai suatu ketika ada seorang anak kecil yang berkata kepada beliau “Bolehkan aku ikut ke negeri Anda?” Anak kecil itu rupanya hidup sebatang kara karena keluarganya sudah meninggal terkena serangan pasukan Basyar Asad.
(Faiz/syamorganizer.com)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*