Road Show TCuBS Poso : Kesulitan yang Berakhir Manis

Road Show Syam Organizer Tebar Cinta untuk Bumi Syam (TCBuS) di Kota Poso Sulawesi Tengah, terbilang berliku dan melelahkan. Panitia pelaksana acara penggalangan dana untuk masyarakat Suriah itu menemui sejumlah kendala dan ujian yang berlapis-lapis. Namun, kondisi inilah yang menunjukan mental dan kwalitas panitia TCuBS Poso.
Habib Ali Al-Jufri Ketua MUI, juga pimpinan Al-Khiraat Pusat yang didaulat sebagai pembicara mendadak berhalangan hadir sehari sebelum acar digelar. Habib Ali mendapat amanah untuk segera bertolak ke Sulawesi Barat yang baru saja juga mendapat bencana. Lewat pesan singkatnya, Habib Ali menyampaikan permohonan maaf dan berharapa suatu saat dapat bersilaturahim dengan masyarakat Muslim Poso. Sebelumnya, saat ditemui dikediamannya, tokoh kharismatik itu sangat antusias untuk dapat bergabung bersama rombongan, berangkat dari Palu menuju Poso. “Insya Allah, kita star dari rumah saya saja,” tutur Habi Ali saat itu.
Ketidak hadiran Habib Ali yang diharapkan dapat mempersatukan elemen ummat dalam persoalan Suriah, sempat menurunkan semangat panitia. “Kita sempat loyo waktu tau Habib Ali te bisa datang, karena kita sebenarnya berharap ketokohan beliau bisa mendatangkan banyak orang. Sebab, selain ketua MUI, beliau juga adalah tokoh ormas terbesar di Indoesia Timur,” terang Guntur panitia TCuBS Poso.
Selain itu, panitia pelaksana juga terkesan kesulitan mendapatkan izin acara yang bertajuk solidaritas kemanusiaan itu. Oleh pihak keamanan, panitia pelaksana diminta untuk mengeluarkan surat izin pelaksanaan acara, setelah membuat permohonan surat izin acara, penitia kembali disuruh untuk membuat surat izin penggunaan lapangan Sintuvu Maroso, tempat acara TCuBS dilaksananakan.
“Pokoknya, Poso ini memang lain dari yang lain. Setahu saya, untuk membuat acara menghadirkan banyak orang tidak perlu ada permintaan izin,  cukup surat pemberitahuan, sebab itu adalah hak semua warga negara untuk melaksanakan acara. Setelah kami membuat surat permohonan izin, kami diminta lagi untuk membuat surat izin penggunaan lapangan sama Pemda, itu sudah kami buat dan sampaikan ke Pemda. Setelah itu, pihak keamanan mau lagi lihat proposal kegiatan. Kami berikan proposal kegiatannya. Setelah meminta proposal, masih lagi diminta video yang akan diputar. Untuk video kami tidak berikan, karena memang video yang akan diputar masih sama pembicara. Malamnya, menjelang besok akan digelar acara, ketika tenda sudah terpasang semua, ada surat dari kepolisian yang meminta untuk mempertimbangkan acara, karena ada tokoh yang menghadap ke kepolisian dan menilai acaranya dikatakan kontroversi,” terang Ust Ismail Ali selaku ketua Panitia.
Panitia pelaksana akhirnya tetap melanjutkan acara apapun konsekuensinya. Persiapan yang sudah hampir seratus persen membuat penitia pelaksana mengambil keputusan tersebut. “Kegiatan ini hanya bisa batal kecuali dua hal, kedua pembicara tidak bisa hadir, atau tidak ada pendengar,” tegas Ust Ismail Ali saat diwawancara reporter Syam Organizer.
 
Rombangan Syamorganizer palu, saat mobil mogok di kebun kopi
Pada lain kesempatan, rombongan Syam Organizer yang berngkat malam dari Palu menuju Poso mengantar Ust Fahmi Suwaidi, diperjalanan mendapat halangan. Mobil yang ditumpangi rombongan mogok di Kebun Kopi, daerah yang terbilang sulit untuk akses telekomunikasi. Setelah melakukan semua usaha, ikhtiar dan berdo’a, atas izin Allah, telepon seluler milik ust Abu Falah mempelihatkan tanda signal telepon walau hanya 1 batang. Bermodalkan signal satu batang itu, Ust Abu Falah segera berinisiatif menghubungi sahabat untuk membawakan mobil dan mengganti mobil yang digunakan. Rombongan baru berangkat tengah malam tepat pukul 00:00. Rombongan yang mengantarkan Ust Fahmi akhirnya sampai di Kota Poso tepat pukul 03:00, Ahad dini hari.
Diakhir acara, penggalangan dana untuk masyarakat Suriah itu berhasil mengumpulkan dana 75 juta lebih, ditambah 2 Cincin emas, 1 Kulkas, 2 Televisi, 1 Handphone, 1 LCD, juga sebidang tanah. Bantuan sampai hari ini masih terus bedatangan dan panitia juga masih terus melakukan penghitungan jumlah donasi masyarakat Poso untuk saudaranya di Suriah.
Ketua Panitia, ust Ismail Ali yang ditemui setelah acara, mengungkapkan kegembiraan juga kepuasaan setelah selesainya acara yang berhasil mengumpulkan dana hingga angka puluhan juta itu. “Alhamdulillah, benarlah, balasan itu selaras dengan tingkat kepayahan yang kita dapatkan, semoga semua ini berkah dan menjadi catatan amal” tandas Pimpinan Ponpes Hidayatullah Poso tersebut.
Dari pantauan tim Syam organizer, acara TCuBS Poso yang digelar di lapangan Sintuvu Maroso itu dihadiri oleh sekitar 600 orang yang turut memadati lapangan. Panitia bahkan terpaksa menambah tenda yang sudah tidak muat menampung pendengar yang hadir. 
(Fahry/syamorganizer.com)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*