Roadshow Airmata Suriah: Tabligh Akbar dan Penggalangan Dana untuk Suriah di Pekalongan

Pekalongan, Ahad, 23 Juni 2013, (Syamorganizer.com) Roadshow Airmata Suriah: Tabligh Akbar dan Penggalangan Dana untuk muslimin Suriah untuk yang kesekian kalinya digelar. Kali ini Masjid Al Ihsan, Kraton Pekalongan sebagai bukti kegiatan tersebut. Sekitar tiga ratusan kaum muslimin dari laki-laki dan perempuan menghadiri kegiatan ini.
Pada sambutannya, ketua Panitia menjelaskan tujuan dari tabligh tersebut, selain untuk penggalangan dana untuk Suriah, juga bertujuan untuk memberikn informasi yang benar tentang kondisi umat islam di Suriah.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 wib  dan diakhri pukul 11.50 wib ini menghadirkan 2 pembicara.

Pembicara pertama, Ustadz Drs. Nur Khazin, Pimpinan Pondok Al Amin, Pekalongan berbicara selama kurang lebih satu jam. Belia mengingatkan kepada umat islam agar senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena jika seseorang tidak mau bersyukur, Allah akan menenggalamkan oang tersebut sebagaimana Allah telah menenggelamkan Qorun dan semua hartanya. Kalau umat islam tidak mau menggunakan sebagian dari hartanya untuk perjuangan islam maka tidak mustahil umat islam akan ditenggelamkan oleh Allah, meskipun bukan harta yang ditinggalkan namun kehidupan kita akan ditenggelamkan oleh Allah, demikian tandasnya.

“Bisa jadi anaknya menjadi nakal-nakal, pikirannya menjadi kacau, kehidupannya tidak damai tidak tenteram meskipun berlimpah harta”, lanjutnya menjelaskan bentuk-bentuk penenggelaman kehidupan manusia, jika tidak mau bersyuur.

Beliau juga mengingatkan bahwa setiap yang hidup pasti akan mengalai kematian dan orang yang beruntung adalah orang yang diselamatkan oleh Allah dari siksa neraka. Bagaimana cara agar Allah memasukkan kita ke Surga dan menghindarkan dari siksa neraka juga beliau jelaskan. Salah satunya beliau nukilkan surat Ash Shaaf ayat 10- 12, yakni dengan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kita di jalan Allah.

Selanjutnya ustadz yang kelihatan lugu ini mengajak hadirin untuk membantu saudara muslim di Suriah sebagai salah satu bentuk syukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Dijelaskan juga bagaimana para shahabiyah segera menginfaqkan perhiasan mereka saat Rasulullah membutuhkannya untuk kepentingan jihad. Tidak hanya mengajak para hadirin untuk segera berinfaq, beliau juga mengeluarkan semua uang yang ada di sakunya untuk disumbangkan ke Suriah.

Hampir satu jam beliau mengupas tentang syukur dan bagaimana seharusnya umat islam menjalani hidup di dunia. Di akhir pembicaraan beliau mengatakan bahwa jihad di Suriah adalah jihad yang paling utama karena jihad di sana adalah jihad al ma’raki. Jika jihad itu tidak ada, tentunya api islam akan padam, tandasnya.

Pembicara kedua Ustadz Mas’ud Izzul Mujahid, relawan HASI Tim ke 6 untuk Suriah, mengawali ceramahnya dengan pertanyaan yang sering diajukan kepadanya, yakni kenapa harus membela Suriah. Menurut beliau ada beberapa hal yang mengharuskan umat islam berpikir masalah kejadian yang ada di Suriah

Pertama, dalam beberapa hadits Rasulullah menjelaskan tentang harga darah seorang muslim. Darah umat islam itu haram ditumpahkan.

“Bahkan darah umat islam lebih berharga daripada Ka’bah,” ungkapnya diikuti dengan menyebutkan sebuah hadist yang menyatakan hal itu. Hari ini bukan darah seorang muslim yaang ditumpahkan tetapi ratusan bahkan ribuan. Setiap hari terjadi penumpahan darah ratusan umat islam terjadi di Suriah dengan cara yang sadis dan kejam.

“Pembantaian terkejam yang terjadi di dunia saat ini terjadi di Suriah”, lanjutnya.
Apakah kita akan menerlantarkan saudara kita di Suriah padahal sebuah hadits mengatakan, barangsiapa yang menerlantarkan seorang muslim di saat kehormatannya dinodai kemudian harga dirinya diinjak-injak pasti Allah akan menerlantarkan orang tadi di saat ia membutuhkan pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kedua, banyak kalangan bahkan dari umat Islam mengatakan bahwa perang yang terjadi di Suriah adalah perang politik. Orang tidak sadar bahwa apa yang terjadi di sana adalah perang revolusi Islam. Bashar Assad dengan agama Syiahnya akan menghabiskan dan menghancurkan umat islam. Mereka mempunyai keyakinan batiniah, mereka mempunyai tafsir batiniah. Salah satu tafsirnya adalah mereka menafsirkan thaharah dengan membersihkan muka bumi ini dari orang-orang islam.

Ketiga, tuntutan ukhuwwah islamiyah. Dimana dijelaskan dalam sebuah hadist bahwa persaudaraan umat islam satu dengan yang lainnya ibarat satu tubuh. Jika ada anggota tubuh yang menderita sakit, maka anggota tubuh yang lain akan merasakan sakitnya.

Keempat, nilai strategi bumi Syam. Bumi Syam adalah bumi yang diberkahi. Sehingga kebaikan umat islam ini indikasinya umat islam di Suriah yang merupakan bagian dari bumi Syam sebagaimana dalam sebuah hadits dijelaskan, kalau penduduk Syam itu rusak tidak ada kebaikan sama sekali bagi umat Islam.

Di akhir pembicaraannya, ustadz Mas’ud mengajak umat islam untuk membantu dan memperhatikan kondisi umat Islam di Suriah, kalau tida dengan dukungan jiwa, harta, janganlah pernah melupakan mereka dalam doa-doa kita.

Pukul 11.50 wib tabligh diakhiri dilanjutkan sholat dhuhur. (Rep: AR70)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*