RSL Salma di Hari Idul Fitri

Idul Fitri hari ini 1 Syawal 1434 H (8/8/13), Idul fitri yang berbeda dengan Idul fitri di tahun-tahun sebelumnya khususnya bagi kami relawan Syam Organizer dan Tim HASI. Idul fitri yang identik dengan kegembiraan, keceriaan dan suka ria, kini berubah menjadi sesuatu yang mencekam dan manakutkan. Bagaimana tidak, puluhan ledakan yang merubuhkan bangunan dan melumatkan badan terdengar begitu jelas dan dekat dengan Rumah Sakit Lapangan Salma tempat kami memberikan khidmat.

Sekitar pukul 11.oo waktu setempat, kami mendengar raungan bunyi mobil ambulance yang menuju ke tempat UGD RSL Salma. Saat itu pula Abu Fuad sahabat kami yang selalu memberikan pelayanan untuk kami memberitahukan bahwa banyak korban yang berjatuhan. Dia meminta kepada dokter Abu Huur dan perawat HASI Abu Samir untuk bisa memberikan bantuan medis.

Ditemani oleh penerjemah ustadz Abu Romi, dokter dan perawat tim HASI menjalankan tugas kemanusiaan di bidang medis. Ternyata banyak korban yang datang ke RSL salma dalam kondisi sangat serius. Sebagian besar dari mereka mengalami luka bakar dan terkena serpihan proyektil dari bom-bom serta rudal-rudal yang dimuntahkan oleh rezim kepada penduduk di sekitar desa Istarbah.

Tak mengherankan, suara-suara rintihan dan teriakan kesakitan menyeruak di ruangan UGD RSL Salma. Dokter dan perawat HASI bekerja dalam desingan suara bom dan pesawat tempur yang sering berpurtar-putar di sekitar RS.

Tercatat oleh bagian regristasi RSL Salma, bahwa korban yang dibawa ke RSL Salma hingga pukul 18.00 waktu setempat sudah mencapai 50 orang. Ditambah dengan 4 orang korban yang tidak bisa diselamatkan oleh tim medis dan akhirnya mereka  menghembuskan nafas terakhir. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’un.

Tak lupa pula kami sampaikan kepada kaum muslimin di Indonesia untuk menyisipkan doa-doanya bagi tim kami agar senantiasa ikhlas dan istiqomah memberikan pelayanan medis bagi kaum muslimin yang tertindas di Syam khususnya Suriah.

Walloohul musta’aan…

Abu Harits (reporter tim HASI)

Abu Osama (red)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*