Rumah Gua, Musim Panas Dingin, Musim Dingin Hangat

DSC_0007

Bagi kaum muslimin di Suriah, gua adalah alternatif tempat tinggal yang dirasa nyaman setelah rezim Basyar Assad melancarkan serangannya secara membabi buta pada umat islam di Suriah. Selain aman, gua merupakan tempat yang nyaman untuk setiap musim. Jika musim dingin berada di gua akan terasa hangat, sebaliknya jika udara panas di dalam gua terasa lebih dingin dan sejuk. Itulah sebabnya mereka, yang sudah terlanjur berada di gua, enggan untuk meninggalkannya.

“Rumah gua ini aman, kalau pindah ke rumah biasa masih sering diserang sama Nushairiyah,” demikian ungkap salah satu anggota keluarga yang menjadikan gua sebagai tempat tinggalnya saat relawan kemanusiaan Syam Organizer untuk Suriah tim ke 6 menanyakan alasan mereka tidak tinggal di rumah biasa. “Rumah gua ini kalau musim panas terasa dingin dan pada musim dingin terasa hangat’’, lanjutnya.

Selama kedua relawan berkunjung ke rumah gua itu sekitar 30 menit, mereka mendengar suara bom sebanyak 2 kali. Hal itu membuktikan bahwa serangan terus dilancarkan oleh rezim Basar Assad kepada kaum muslimin di Suriah.

Sengaja kedua relawan Syam Organizer, Abu Qosim dan Abu Said ini berkunjung ke rumah gua yang pernah dikunjungi relawan Syam Organizer tim ke 4. Selain untuk silaturahmi dan memberikan bantuan dari kaum muslimin di Indonesia berupa uang dan paket sembako, kunjungan tersebut juga untuk menyakinkan apakah mereka masih menempati gua seperti yang pernah dikunjungi oleh relawan ke 4 ataukah sudah pergi berpindah ke rumah biasa. (Abu Said/AR70)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*