Saat “Pasukan Panji Hitam” Menghangatkan Kota Semarang

Semarang, Syamorganizer.com. Ahad (2/2/’14), Syam Organizer (SO) Daerah Semarang bekerja sama dengan Forum Pengajian Al-Kautsar (FPA) mengadakan Roadshow 150 Kota “Saatnya Peduli Mari Berbagi” edisi Semarang #1, dengan event Bedah Buku “Pasukan Panji Hitam ; Jejak Tentara Perlawanan Akhir Zaman dari Afghanistan hingga Suriah” karya Abdullah bin Abdul Aziz.
Masjid Madyo Mangunkarso, di Jl. Woltermonginsidi 101 Semarang menjadi saksi perhelatan fenomenal tersebut yang menghadirkan 2 (dua) tokoh pergerakan Islam, yaitu Ust. Fuad Al-Hazimi dan Ust. Abu Rusydan.
Pokok bahasan utama pada bedah buku ini adalah mengkaji siapa sebenarnya Pasukan Panji Hitam yang disebutkan secara tersirat pada beberapa hadits-hadits yang bersanad hasan.

Kajian diawali pembahasan tentang siapa sebenarnya “ashabu ro’yati suud” oleh Ust. Fuad Al-Hazimi. Beliau menjelaskan “ash haabu raayati suud” dengan dalil-dalil Nubuwah dan mengaitkannya dengan hadits-hadits Thoifah Manshurah maupun Al-Ghuroba’. Tak lupa pula, juga memaparkan perkembangan dunia Timur Tengah terkini. Sebagaimana pernyataannya, “Ashabu Ro’yati Suud adalah Thoifah Manshuroh terakhir, karena mereka berperang di jalan Allah, kaum Ghuroba’ yang terasing diantara manusia, dan muncul dari Timur menyertai Imam Al-Mahdi di tengah konflik antara ketiga putra kholifah. Para mujahidin yang berjihad di medan jihad saat ini adalah kelompok yang berhak menyandang gelar Thoifah Al-Manshuroh tersebut, Wallahu ‘alam”, jelas anggota Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Magelang ini.
Acara semakin menarik dengan banyaknya peserta yang semakin menyemut, memadati ruang utama masjid besar yang asri itu.
Pada sesi kedua, Ustadz Abu Rusydan yang akrab dipanggil Ust. Arusy ini diberi kesempatan menguasai forum dan memanfaatkannya dengan mengajak hadirin untuk peduli terhadap persoalan-persoalan dunia Islam, termasuk konflik di Timur Tengah yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari identitas umat Islam Indonesia.
Da’i asal Kudus ini juga mengajak meringankan beban dan kesulitan kaum muslimin yang tertindas dan terdzalimi. “Barangsiapa meringankan beban dan kesulitan seorang muslim, maka Allah yang akan meringankan kesulitan dan memenuhi kebutuhannya. Dan barangsiapa tidak mengambil bagian dari jihad saat ini, maka ia telah kehilangan suatu bagian keberuntungan yang besar”, tandasnya memukau.

Lebih mengerucut, Ust. Arusy menegaskan bahwa, “Syam adalah bumi pilihan Allah, maka orang-orang yang diberi kesempatan Allah untuk terlibat dalam kancah jihad di Syam adalah orang-orang yang jelas-jelas terpilih oleh Allah”. Lalu, menegaskan lagi, “Maka, terlibatlah walaupun minimal dengan do’a dan infaq”.
Semakin siang, acara semakin menghangat. Peserta antusias mendengarkan penjelasan kedua pembicara. Ditambah lagi, Ustadz Lanang Mudadi, da’i asal Temanggung yang bertindak sebagai moderator tampil dengan gaya motivator memotivasi peserta untuk berinfak fii sabilillah membantu saudara-saudara muslim di Suriah yang terdzalimi.
Pada sesi tanya jawab, seorang penanya menyinggung mengenai perkembangan terkini di Suriah, utamanya mengenai konflik internal antara kelompok-kelompok mujahidin. Baik Ust. Fuad Al-Hazimi maupun Ust. Abu Rusydan menjawab dengan mengingatkan para hadirin untuk mewaspadai siasat psikologis dari musuh Allah dalam melemahkan kaum muslimin, dan juga menasihatkan bahwa perkara tersebut merupakan ujian dan pentahapan tamkhish (penyaringan) dari Allah kepada mujahidin dan kaum muslimin umumnya.
Akhirnya, event tersebut ditutup dengan munajat akan keberkahan dan manfaat ilmu bagi para hadirin dan pembaca buku ‘Pasukan Panji Hitam’ oleh moderator.
Rep     : Pupung
Editor    : Abie Zaidan

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*