Save Palestina: Arba’iniyat di Palestina

IMG_0162

Palestina, Syamorganizer.com – Salah satu bagian dari Bumi Syam yang diberkahi Allah adalah Palestina. Sebagaimana Suriah, Palestina hari ini (khususnya Gaza) selain harus menghadapi keganasan zionis Israel juga harus menghadapi musim dingin.

Setiap tahunnya, musim dingin di Gaza dimulai sejak pertengahan bulan September dan berakhir pada pertengahan bulan Februari. Dalam jangka waktu kurang lebih 4 setengah bulan musim dingin tersebut, terdapat 40 hari yang dalam waktu tersebut suhu dingin berada di titik paling ekstrim. Warga Palestina dan sekitarnya menyebutnya dengan istilah “Arba’iniyat” yang dimulai sejak akhir Desember hingga awal Februari.

Menurut data resmi pemerintah Gaza, tercatat sedikitnya 18 ribu unit rumah yang hancur total dan tidak layak huni dan 40 ribu unit rumah yang hancur sebagian dan rusak dengan tingkat kerusakan yang ringan. Untuk warga Jalur Gaza yang rumahnya hancur akibat agresi militer Israel terakhir, pemerintah setempat memiliki 3 program penanggulangan, yakni:

Pertama, pemerintah menempatkan para warga tersebut di rumah rumah kontrakan atau apartemen dengan dibiayai dari dana bantuan asing. Kedua, warga tersebut diberi tempat tinggal sementara berupa kontainer berbahan seng berukuran 8 x 3,5 meter yang sudah didesain sedemikian rupa. Sejauh ini sedikitnya 150 kontainer untuk 150 keluarga sudah dibagikan dan ditempati. Ketiga, proyek rekontruksi Gaza yang hingga saat ini belum bisa dimulai karena terkendala birokrasi politik dan penutupan pintu perbatasan Gaza. Sementara sebagian warga Gaza lainnya yang rumahnya hancur tingal sementara di rumah kerabat atau sanak saudara meskipun harus rela berdesak desakkan.

Mereka harus tinggal di kontainer, sebuah hunian dari seng seluas 8 x 3,5

Mereka harus tinggal di kontainer, sebuah hunian dari seng seluas 8 x 3,5

Untuk gelombang bantuan kemanusiaan, dibanding suasana pasca agresi milter tahun 2012 silam, tahun 2014 kali ini gelombang bantuan yang masuk ke Gaza sangat jauh lebih sedikit. Dalam 3 bulan terakhir saja, tercatat baru 2 delegasi resmi yang sampai ke Gaza dengan membawa barang bantuan. Satu diantaranya delagasi dari Al Jazair sementara yang lainnya berasal dari Jordan.

Konferensi rekontruksi Gaza yang diadakan di Kairo bulan Oktober lalu berhasil mengumpulkan dana bantuan sebanyak 5 miliar USD. Akan tetapi hingga saat ini tercatat baru 2 persen yang masuk ke gaza.

Apa yang dapat dilakukan umat Islam untuk Palestina?

Apa yang dibutuhkan oleh warga gaza saat ini? Yang terpenting adalah doa, kemudian dukungan moril dan materi. Untuk dukungan moril bisa dilakukan dengan berbagai penyelenggaraan aksi solidaritas untuk Palestina serta tekanan terhadap pemerintah Indonesia untuk lebih memperhatikan nasib saudara saudara muslim di Gaza. Sedangkan dukungan materi dengan memberikan segala hal yang bisa diberikan. Khususnya untuk saat ini, di musim dingin, yang sangat mereka butuhkan adalah selimut hangat dan pakaian musim dingin. Tidak kalah pentingnya bantuan berupa sembako. Akan tetapi lebih efektif dengan mengirim dana cash untuk kemudian digunakan membeli sembako di Gaza. Karena kalau harus mengirim sembako dari luar akan terbentur dengan kondisi pintu perbatasan Rafah yang hingga saat ini ditutup oleh otoritas Mesir. [Abdillah Onim]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*