SDIT Al-Qolam Semarang Peduli Bumi Syam dan Rohingya

Peduli Syam dan Rohingya

 

Syamorganizer– Semarang : Mengawali aktifitas dipagi yang cerah pada Selasa, 05 September 2017, team Syam Organizer Semarang bergerak menuju SDIT Al-Qolam Semarang untuk mengabarkan kondisi terkini kaum muslimin di bumi syam dan rohingya, serta mengadakan penggalangan dana untuk membantu umat islam disana.

Kedatangan team Syam Organizer disambut antusias oleh para asatidz serta siswa-siswi SDIT Al- Qolam yang padahari itu adalah hari pertama masuk sekolah setelah beberapa hari sebelumnya libur ‘Idul Adha.

Team Syam Organizer Semarang menyampaikan kondisi terbaru umat islam yang ada di tiga Negara yaitu Palestina dan Suriah yang berada di  bumi syam serta Rohingya yang berada di kawasan Asia, yang disampaikan oleh kak ihsan selaku koordinator syam organizer semarang.

“Umat islam di Palestina mengalami krisis yang diakibatkan oleh penjajahan kaum zionis yahudi yang sudah berlangsung puluhan tahun, terakhir umat islam disana tidak dizinkan untuk melakukan sholat Jum’at di masjid Al-Aqsha dan juga sholat fardhulainya selama 14 hari.” Tutur Kak ihsan.

Lebih lanjut kak ikhsan menyampaikan : “Di suriah, penderitaan umat islam disana pun tak kalah memprihatinkan, sejak terjadi konflik pada 2011 silam, kondisi umat islam terus-menerus dilanda perang yang tidak tahu kapan akan berakhir. Hal ini memaksa sebagian besar umat islam disana mengungsi keberbagai Negara disekitar suriah seperti Turki, Jordania, Lebanon dan Irak, bahkan sebagiannya lagi ada yang sampai eropa dan asia. Kita juga jangan lupa dengan kondisi saudara terekat kita yaitu umat islam di rohingya yang tidak jauh beda dengan di suriah, umat islam disana juga mengalami kekerasan demi kekerasan dari rezim yang berkuasa, rumah-rumah mereka dibakar, masjid-masjidnya dihancurkan, banyak warga yang di bunuh baik itu orang tua anak-anak dan para wanitanya.”

Di akhir sesi kak ihsan mengajak  kepada seluruh siswa serta para asatidz untuk senantiasa bersyukur dengan kondisi umat islam di Indonesia, karena kondisi di Indonesia relative lebih aman, setiap hari masih bisa makan, bisa beraktifitas tanpa rasa takut, anak-anak biasa belajar dengan nyaman dan masih banyak lagi kenikmatan lainya. Wujud rasa syukur itu diantaranya adalah dengan berbagi. Team syam organizer mengajak para siswa untuk menyisihkan sebagian uang jajanya untuk disumbangkan kepada umat islam yang ada di  bumi syam dan rohingya. Ajakan itupun disambut dengan antusias anak-anak yang langsung memasukan sebagian uang jajannya kedalam kotak infak yang sudah disediakan panitia.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*