Sebab-sebab Suriah Menjadi Priorotas Perhatian

Prambanan, Sabtu (26/10/2013) – Syamorganizer.com – Masjid Raya Prambanan, Masjid Jami’ Al Muttaqun menjadi tempat dilaksanakannya Tabligh Akbar dengan tema Tebar Cinta untuk Bumi Syam, Sabtu (26/10/2013). Ba’da sholat isyak jamaah baik putra maupun putri, dari berbagai arah berdatangan menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Syam Organizer yang bekerjasama dengan Spirit, Majelis Umat Islam Bersatu, AMM Kebondalem Kidul, P2A serta ormas islam yang ada di wilayah Prambanan dan sekitarnya.
Kegiatan yang dimulai pukul 20.30 WIB ini menghadirkan 2 pembicara, yakni Ust. Tengku Azhar (Relawan HASI untuk Suriah Tim ke 7) dan Ust. Fahrurrozi (Pemerhati Dunia Islam).

Dalam sambutannya, takmir masjid, bapak Ahyadi, mengingatkan kepada kaum muslimin agar kita bisa berjuang bershaf-shaf untuk mencapai kemuliaan Islam. Dingatkan pula tentang hakikat ukhuwwah islamiyyah yang mengharuskan empati yang tinggi terhadap sesama umat islam, khususnya yang dianiaya hanya karena iman mereka, seperti yang terjadi di Suriah. Hal senada juga disampaikan oleh ketua panitia bapak Wahyudi, S.Ag.

Pada sesi pertama, Mudir Ma’had Aly Putri Hidayaturrahman memaparkan bahwa tidak boleh terjadi pembedaan dalam membantu umat islam yang sedang dibantai dan dicoba-habiskan. Ada beberapa sebab mengapa HASI dan Syam Organizer menjadikan Suriah prioritas perhatian dan mengajak umat Islam semuanya ikut memperhatikan pula. Dua diantaranya diuraikan oleh ustadz lulusan Magister Pemikiran Umat Islam UMS ini, yakni

  • Beberapa ayat dan hadist menjelaskan bahwa bumi Syam adalah bumi yang diberkahi dan salah satu bagian dari bumi Syam itu adalah Suriah.
  • Banyak umat islam yang belum mengetahui hal yang sebenarnya terjadi di Suriah, berbeda dengan tragedi yang menimpa umat islam di Rohingnya dan Palestina.

“Kalau di Rohingnya, sudah jelas. Umat Islam tahu bahwa kaum muslimin di sana dibantai oleh orang-orang budha dan semua umat islam sepakat akan kekafiran budha”, jelasnya. “Demikian juga di Palestina. Orang islam juga paham bahwa di sana umat islam dibantai oleh Yahudi dan Zionis, orang islam pun sepakat akan kekafiran mereka. Tapi di Suriah?”. Tanya ustadz yang lahir di Aceh ini dengan nada mengambang dan disertai dengan tarik nafas panjang.”Banyak orang islam yang tidak tahu”, tandasnya dengan suara merendah. Kemudian beliau mulai menjelaskan tentang asal muasal Syiah Hizbullah (baca: hizbullata) yang ada di Libanon dan yang hari ini memberi dukungan yang banyak kepada Syiah Nushairiyah di Suriah dalam membantai umat Islam.

Sementara itu pembicara ke 2 ustadz Fahrurrozi mengingatkan akan tanggung jawab seorang muslim saat muslim yang lain teraniaya. Alumnus Universitas Ahmad Dahlan ini mengingatkan agar umat islam tidak bersifat kekanak-kanakan di hadapan Allah.

“Anak-anak itu pinginnya hanya meminta yang baik-baik saja. Tetapi giliran dia dimitai, ia akan memilihkan barang yang tidak baik untuk diberikan”, paparnya.

“Hari ini suadara muslim di Suriah, teraniaya dan membutuhkan uluran tangan dari saudara muslim yang lain, dan itu semua tidak cukup hanya dengan doa”, tandasnya.”Apakah ketika ada tetangga kita yang bocor ban sepeda motornya dalam perajalanan, kemudian dia minta tolong pada Anda semua, kemudian Anda akan menjawab,’Ya, saya doakan Anda kuat menuntun sepeda itu sampai ke rumah’ padahal jalannya naik turun dan jarak yang harus ditempuh berpuluh-puluh kilo”, katanya mengakhiri pembicaraannya.

Acara yang dihadiri tidak kurang dari 400 peserta ini, diakhiri pukul 22.00 WIB. Setelah ditutup oleh moderator, panitia mengumumkan bahwa infaq yang terkumpul selama dan sebelum kegiatan sementara berjumlah 15.500.000
Red: AR70

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*