Sedekah, Harta Hakiki Pemiliknya

abdul mun'im 2

Poso, Syamorganizer.com – “Bapak-bapak, Ibu-ibu, Suadara Saudari apa kabar?”, demikian ust. Abdul Mun’im Aly Hasanain Al Ja’bary mengawali taushiyah subuhnya di hadapan sekitar 1000 jamaah Masjid Baitul Makmur, Poso pada Selasa (7/7). Sontak jamaah menjawab salam tersebut. Suasana menjadi segar dan jamaah semakin bergairah dalam mengikuti taushiyah ba’da subuh yang disampaikan Ust. Abdul Mun’in dengan penerjemah ust. Imaduddin, pengasuh Pondok Pesantren Amanah Putra, Poso Pesisir.

Selanjutnya syaikh menjelaskan tentang hakikat ukhuwwah islamiyah, sebuah ikatan yang menguatkan keimanan. Ikatan yang menyatukan antara kaum muslimin di Indonesia dengan Palestina. Ikatan yang mengungguli ikatan suku, bangsa dan bahasa. Ikatan ukhuwah itu pulalah yang pernah menyatukan antara Rasulullah dan para sahabat dengan berbagai latar belakang.

“Ikatan itu seperti satu jasad”, jelas ust. Imad menerjemahkan perkataan Syaik Abdul Mun’in. “Jika ada satu anggota tubuh sakit maka anggota tubuh yang lain akan merasakan demam dan tidak bisa tidur”, lanjutnya.

Dalam kesempatan itu juga beliau jelaskan bagaimana kondisi umat islam di wilayah lain yang terdzalimi. Banyak kontribusi yang bisa disumbangkan oleh umat islam di Indonesia, baik berupa harta, jiwa dan doa. Syaikh Abdul Mun’im mengajak agar bulan Ramadhan ini digunakan sebaik-baiknya dalam memanfaatkan hartanya. Beliau berikan kisah tatkala Rasulullah menerima hadiah kambing kemudian kambing itu diserahkan kepada istrinya. Ketika Rasululullah pulang kemudian beliau menanyakan tentang kambing hadiah tersebut, istri Rasulullah mengatakan bahwa kambingnya telah disedekahkan kepada orang lain dan yang tersisa tinggal kakinya, maka beliau kemudian berkata bahwa apa yang diberikan kepada orang lain itulah yang dimiliki. Dan sebelum sedekah itu sampai kepada orang yang disedekahi Allah telah menerimanya. Sehingga nilai kemuliaan seseorang adalah bagaimana dia memberi apa yang terbaik kepada orang lain.

Moment sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan seharusnya digunakan umat islam sebaik-baiknya. Karena sepuluh hari terakhir adalah puncak bulan Ramadhan. Fadhilahnya dapat dirasakan ketika seseorang menunjukkan ketaatannya kepada Allah. (ar70)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*