Sembuh Tanpa Operasi dengan Asbab Menolong Muslim Rohingya

Team Syam Organizer Ambon

Team Syam Organizer Ambon

“Kun fa yakun, jika Allah menghendaki jadi maka jadilah”. Itulah kuasa Allah. Tak satupun sanggup menghalangi apa yang menjadi keinginan-Nya. Jika Dia menghendaki sesuatu tak akan ada yang mampu mencegahnya. Jangankan hanya menyembuhkan penyakit menghidupkan kembali tulang-tulang yang sudah remuk pun tidak menjadi masalah bagi Allah karena Dia berkuasa atas segala sesuatu.

Inilah hikmah dari kisah yang dituturkan salah seoranng tim Syam Organizer di Ambon. Sebuah kisah yang menyentakkan kita semua. Sebuah kisah yang mengingatkan bahwa urusan menyembuhkan penyakit bukan di tangan dokter, tetapi di tangan Allah. Sebuah kisah kesembuhan dengan asbab membantu muslim Rohingnya, meski dokter telah memvonisnya untuk operasi. Kita simak kisahnya berikut ini:

*****
Kami adalah kumpulan anak yatim yang kemudian besar bersama di lingkungan remaja masjid di Masohi Ambon, kami memakai Al Izzah, sebuah komunitas yang bergerak dalam bidang da’wah dan sosial kemanusiaan. Al Izzah menjadi pusat da’wah dan informasi dunia islam di daerah kami.

Berbagai kegiatan da’wah dan sosial sudah menjadi aktivitas sehari-hari kami, dari mengelola taman pengajian, kegiatan ta’lim remaja masjid, bakti sosial dan lain-lain, sampai akhirnya kami mengenal dan kemudian tergabung dengan Sahabat Syam, Ambon.

Kegiatan kamipun kian bervariasi jenis dan jumlahnya, dari tabligh akbar, sampai bedah buku. Dari bakti sosial sampai penggalangan dana. Hal ini menyebabkan kami yang jauh dari pusat kota dan keramaian, tidak mengalami kesulitan lagi ketika kami akan membantu menyalurkan bantuan umat islam di daerah kami, kepada saudara semuslim yang sedang membutuhkan uluran bantuan seperti di Palestina dan Suriah. Itu terjadi setelah kami mengenal Syam Organizer, dan bergabung dengan sahabat Syam dari Timur Indonesia.
Hingga di suatu hari kami dapat kabar bahwa ada saudara semuslim kami dari Rohingya, yang terbantai, terusir dari negaranya dan kemudian terdampar di Aceh. Kami dengar mereka sangat membutuhkan pertolongan juga bantuan. Alhamdulillah Syam Organizer dengan cepat merespon untuk menggalang dana dan menyalurkan bantuan untuk muslim Rohingya yang terdampar di Aceh.

Dengan cepat kami segera siapkan semua logistik, rancang surat izin, pemberitahuan, dan lain-lain.  Namun tiba-tiba terjadi kendala besar, salah satu personal kami, menjelang hari penggalangan dana jatuh sakit, dokter mendiagnosa terkena hernia akut dan harus segera dioperasi. Hanya tinggal menunggu dokter spesialis datang untuk naik ke Meja operasi, yang menjadi masalah adalah teman ini yang biasa menyiapkan semua administrasi, dari surat menyurat, pamflate, undangan, poster, spanduk dan lain-lain. Semua yang berhubungan dengan publikasi. Padahal kita ketahui bersama, bahwa nyawa keberhasilan dari sebuah event, adalah kuat dan intensifnya publikasi. kami sempat bingung namun dengan cepat kami bergerak. Dengan terpaksa harus membayar orang untuk menyelesaikannya.
Maka saat kita semua kumpul, malam saat esoknya kita akan mentukan titik-titik lokasi penggalangan dana, Hamba Allah yang tak mau disebutkan namanya ini, memberikan seluruh gajinya bulan itu.

“Ni beta pung gaji semua for Rohingya. Tolong doa beta, supaya beta sembuh tanpa operasi. ( Ini gaji saya bulan ini, semua saya kasih untuk Rohingnya, tolong do’a untuk saya supaya sembuh tanpa operasi). “, katanya.

Teman-teman semua menerima. Sambil berdo’a hingga meneteskan air mata.

Esok harinya kami menggalang dana tanpa dia, saudara kami yang paling ceria, yang selalu membikin ramai suasana.  Dan pada tengah hari penggalangan dana di hari pertama saat kami pulang dalam teriknya panas matahari untuk sholat dhuhur, terdengar telpon dari saudara kita. Dia bilang sakitnya sudah hilang.

“Ajaib, tiba-tiba tadi malam bengkak di bawah perut dekat kemaluan yang dokter vonis hernia itu pecah, mengeluarkan air, dan tidak ada rasa sakit lagi”, katanya.

Masya Alloh!  Esok harinya kita semua sudah berkumpul kembali. Rasa syukurpun terlantunkan dari lisan kami. (Abu Asma)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*