Senjata Kimia masih menjadi pembunuh terbesar masyarakat sipil Suriah

korban reruntuhan

Suriah, Syamorganizer.com – Hingga kemarin serangan terhadap kaum muslimin Suriah terus dilakukan oleh pemerintah Suriah dibantu oleh pasukan Rusia. Setidaknya ada 13 korban akibat penyerangan yang terjadi di beberapa wilayah di Suriah.

Sementara itu pengepungan yang dilakukan oleh pemeritah Suriah di kota Madaya di pinggiran kota Damaskus pada 3 Januari 2016 telah menyebabkan seorang laki-laki meninggal dunia.

Tidak hanya itu, penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah beserta sekutunya juga masih ditemukan. Bahkan senjata kimia tersebut merupakan pembunuh terbesar. Hal ini tentu saja patut menjadi catatan Dewan Keamanan PBB untuk segera ditindaklanjuti.

Hal itu juga yang menjadi kekhawatiran dan dikecam oleh relawan kemanusiaan yang aktif di Suriah

” Barrel bom – kadang-kadang diisi dengan klorin – adalah pembunuh terbesar dari warga sipil di Suriah saat ini petugas penyelamat tidak bersenjata dan netral”, demikian ungkap Raed Saleh, kepala Whitehelmets, salah satu lembaga kemanusiaan yang aktif di Suriah. “Kami telah menyelamatkan lebih dari 40.823 orang dari serangan di Suriah , tetapi ada banyak yang tidak bisa kita selamatkan.  Ada anak yang terperangkap dalam puing dan kita tidak bisa mendengar. Untuk keselematan mereka , Dewan Keamanan PBB harus menindaklanjuti permintaan yang dibuat tahun lalu untuk menghentikan bom barel, dengan memperkenalkan ‘ zona larangan terbang ‘ jika diperlukan. ” tambahnya. (AR70/syamorganizer.com)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*