Sepenggal Kisah Relawan Kemanusiaan Syam Organizer

aa

Lampung – Syam Organizer.com, “Aku sendiri di tenda Pengungsian ini Om..”, kata Ustadz Saiful Anwar pada Event Peduli Anak-anak Suriah di Musim dingin di Masjid Al-Hikmah, Bandar Lampung Senin malam (15/12/14). Beliau menirukan ucapan salah seorang anak yang dijumpai saat menjadi relawan kemanusiaan untuk Suriah. Anak tersebut ingin ikut bersama Syam Organzer ke Indonesia karena sudah tidak mempunyai keluarga lagi. Beliau sampaikan kisah nyata ini dengan nada sendu yang membuat para jamaah berkaca-kaca.

Sampai saat ini Syam Organizer telah memberangkatkan tim relawan ke Suriah sebanyak lima kali. Keberangkatan tim relawan Syam Organizer memiliki misi kemanusiaan untuk membantu para pengungsi muslim yang terdzalimi dalam kondisi lapar dan kekurangan pakaian. Dalam perjalanannya memberi bantuan kepada muslim suriah, terdapat pernak-pernik kisah yang dialami oleh beberapa relawan. Diantaranya dialami oleh Ust. Saiful Anwar salah satu relawan kemanusiaan Syam Organizer untuk Suriah tim ke-1.

Ust. Saiful Anwar menjelaskan kisah yang dialami bersama tim yang lainnya ini ketika mengisi event Roadshow di Lampung.

“Ketika itu saya telah selesai mendatangi salah satu pengungsian di Suriah. Hari sudah mulai petang, maka tim bergegas untuk kembali ke posko. Namun, ketika kami sudah mulai naik keatas mobil, banyak anak-anak yang berteriak, “Om turun Om, Om tidur di sini Om, ayo turun Om, tidur di sini,” teriak mereka memaksa Ust. Saiful untuk turun. Dengan sigap pengawal tim relawan Syam organizer menghadang dengan kaki di pintu mobil agar anak-anak suriah tidak masuk ke dalam mobil. Teriakan anak-anak yang tidak berhenti mamaksa saya izin turun sebentar untuk menenangkan mereka. Akhirnya saya pun di izinkan turun, meskipun hanya sebentar. Rona wajah anak-anak ini mulai berubah senang dan ceria kembali, mereka berfikir bahwa saya akan tidur bersama mereka. Saya tenangkan mereka, saya peluk mereka, dan saya katakan ke pada mereka, ‘Saya belum pergi dari Suriah, masih ada waktu 5 hari kedepan. Kalau saya dizinkan oleh Allah untuk kembali di sini, apa yang kalian inginkan?”. Sontak masing-masing dari mereka menjawab, “Saya mau pakaian om, pakaian saya sudah lama tidak ganti”. Kemudian ada seorang anak perempuan yang menggendong adiknya sambil berkata,”Om.. ini adikku om,, dia pingin boneka, tolong carikan om,, boneka nya tertinggal di rumah dan tidak tau apakah masih ada atau tidak..!!” dengan nada memohon tapi keras.

Setelah saya rasa mereka tenang maka saya tinggal kan mereka dan saya bersama tim menuju posko. Belum lama berjalan, ada remaja yang lari mengejar mobil kami dan memanggil,”Om.. om.. om..?”. Kemudian saya meminta kembali agar mobil berhenti, saya hanya di beri waktu 2 menit, saya turun dan menemuinya. Ternyata dia memberi beberapa kuaci kepada saya, lalu saya ucapkan terimakasih, namun dia hanya terdiam. Saya ucapkan terimakasih berkali-kali dia tetap terdiam. Ketika mobil dibunyikan, remaja ini kemudian berkata, “Bolehkah saya ikut ke negerimu Om..?”. Pertanyaan remaja ini tidak bisa saya jawab. Karena saya tahu bahwa ketika saya jawab tidak, tentu akan melukai perasaannya dan jika saya jawab iya, maka bagaimana birokrasi di Indonesia yang sangat sulit, berbeda dengan negara lain. Namun, dia tetap bertanya,”jawab om.. bolehkah saya ikut ke negerimu.. jawab om?? Jawab??” Sambil menggerak-gerakan bahu saya. Saya hanya bisa terdiam dan menangis, saya bingung harus bagaimana. Kemudian saya peluk dia, ternyata dia menolak, dia terus bertanya dan meminta untuk ikut. Akhirnya saya paksa dia untuk saya peluk dengan derai airmata yang tidak mungkin saya bendung. Setelah beberapa saat, dia mau menjelaskan alasannya kenapa dia ingin ikut ke Indonesia. “Saya bosan Om di pengungsian, saya sendiri di tenda pengungsian Om. Bapak saya disiksa dan dibunuh oleh tentara Basyar Assad di depan mata kepala saya sendiri. Saya hanya bisa menangis dan berteriak baapaak…! Kemudian juga ibu saya berteriak, ibu hendak membantu bapak, tetapi ibu juga disiksa dan dibunuh..”

Laa hawlaa wallaquwwata illa billah, begitu lah sedikit kisah yang sampaikan oleh relawan Syam Organizer – Ust. Saiful Anwar – kepada jamaah Masjid Al-Hikmah, Bandar Lampung, Lampung. Acara dilanjutkan dengan penggalangan dana untuk muslim Suriah. [Adi/lampung]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*