Syam Adalah Benteng Terakhir Kaum Muslimin

Ustadz Abu Rusydan saat memberikan motivasi pentingnya membantu Syam
Tabligh Akbar Tebar Cinta Untuk Bumi Syam akhirnya bergulir di Jogja. Di tengah hiruk-pikuk kota Jogja yang kian jengah dengan kesibukan insan manusia menggapai dunia, masih ada pula sekian banyak hamba Allaah yang memikirkan saudaranya nan jauh di sana bahkan tak tampak mata secara langsung. Berjalan teriring waktu tanpa kenal debu, perhelatan akbar Roadshow Tabligh Akbar Di 58 Kota yang diprakarsai oleh Syam Organizer tetap memiliki daya pikat tersendiri bagi mereka yang peduli terhadap saudaranya di belahan bumi Syam yang tertindas.
Jogja sebagai kota pelajar perlu mendapat perlakuan khusus untuk dapat mengetuk hati kaum muslimin. Tabligh akbar yang diselenggarakan oleh Syam Organizer membuat peta strategi dalam penyelenggaraan tabligh akbar kali ini. Dengan pertimbangan yang tidak gegabah, Masjid Jamasba Bantul dan Masjid Gedhe Kauman Jogjakarta pun terpilih untuk menjadi saksi kepedulian kaum muslimin Jogja terhadap penindasan di Syam.
Perhelatan akbar pertama diselenggarakan pada 5 Oktober 2013 di masjid Jamasba Bantul. Tabligh akbar dimulai pada pukul 20.30 WIB dengan menghadirkan 2 pembicara. Pembicara pertama yaitu Ustadz Abu Harits Lc, beliau adalah tim relawan Hasi ke-1 dan ke-8 yang dalam pemaparan beliau lebih banyak menjelaskan tentang keutamaan bumi Syam yang banyak sekali. Beliau menjelaskan tentang keutamaan-keutamaan bumi Syam yang akan berlangsung hingga hari kaimat nanti seperti malaikat membentangkan sayapnya di atas langit syam, syam adalah ibukota kaum muslimin di akhir zaman, syam adalah negrinya para syuhada dan munculnya Thoifah Manshuroh, Syam adalah indikator keimanan seluruh negri kaum muslimin dan masih banyak lagi apa yang beliau paparkan.
Pembicara kedua pada tabligh akbar tersebut adalah direktur Syam Organizer yaitu Saiful Anwar. Saiful Anwar adalah tim relawan dari Syam Organizer yang selama di Suriah pun berjumpa dengan ustadz Abu Harits Lc. Saiful Anwar menceritakan saat-saat di Suriah. Bercanda dengan kaum muslimin di sana, saling mendo’akan bahkan berulang kali menitihkan air mata melihat kondisi saudara di Suriah yang hidup jauh di bawah kelayakan. Beliau juga menceritakan saat-saat di mana adik-adik di Suriah meminta mainan dan bahkan ada salah satu di antara mereka yang ingin turut relawan pulang ke Indonesia. Beliau menceritakan bagaiman kondisi Masyfa tempat relawan tinggal dan bagaimana saat birmil dijatuhkan di sekitar Rumah Sakit lapangan tersebut. Beliau juga mengisahkan bagaimana kaum muslimin Suriah melindungi tim relawan yang bahkan mengatakan “Keselamatan kalian ada pada leher-leher kami.

Acara Penggalangan dana dan Tabligh Akbar dilanjutkan pada keesokan harinya di Masjid Gedhe Kauman, Jogjakarta. Pada kesempatan ini panitia menghadirkan pembicara senior yaitu Ustadz Abu Rusydan, Relawan untuk Suriah Saiful Anwar serta diawali dengan sambutan oleh mantan wawali kota Jogja Bapak Sukri Fadholi,SH.  Ustadz Abu Rusydan memotivasi kaum muslimin untuk senantiasa berperan aktiv dalam membantu Syam. Syam Adalah benteng terakhir kaum muslimin. kata Ustadz Abu Rusydan. Dan beliau mengingatkan dengan sangat bahwa “Barangsiapa mencemooh dan meninggalkan urusan Syam ini, maka akan ditinggalkan dan disia-siakan oleh sejarah”.

Pemaparan kedua disampaikan oleh Saiful Anwar dengan menyampaikan program kerjasama Syam Organizer dengan Syam Care untuk musim dingin dan camp untuk kaum muslimin Suriah.
Acara di akhiri dengan penggalangan dana untuk kaum muslimin Suriah. Alhamdulillah.
[SyamOrganizer Jogja]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*