Syam Organizer Buka Stand di Dandangan Kudus

00122.MTS_snapshot_00.03_[2015.06.11_11.52.10]

Kudus – Syamorganizer.com – Setiap bulan Romadhon akan tiba kota Kudus akan tampak lebih ramai dari pada hari-hari biasanya. Pasalnya Pemkot. Kudus selalu menggelar tradisi rutin yang bernama Dandangan atau Dogderan. Konon acara tersebut sudah ada sejak jaman para wali yaitu pada masa Sunan Kudus sebagai tanda bahwa bulan Romadhon akan tiba. Masyarakat pada zaman itu akan berbondong-bondong mendatangi masjid Menara Kudus saat mendengar suara pukulan Dandang Bedug, untuk mendengarkan ceramah motivasi Romadhon dari Sunan Kudus .

Namun Dandangan jaman sekarang lebih bersifat seperti pasar malam atau kalau di ibukota Pekan Raya Jakarta. Yang unik dari acara rutin masyarakat Kudus tersebut, yang biasanya masyarakat disuguhi dengan aneka jajanan, pakaian, pernak-pernik peralatan rumah tangga hingga mainan anak, di salah satu stand Dandangan tim Syam Organizer Kudus justru menampilkan penderitan korban kedzaliman di Rohingya, Syria, Palestina. Sungguh hal yang tidak pernah dilihat apalagi didengar dan dirasakan oleh masyarkat Kudus. Ya, tim Syam Organizer Kudus berusaha mengambil perhartian ummat yang sedang berbelanja ria untuk muslimin Rohingya, Suriah dan Palestina.

Berbagai respon bermunculan, dari yang tidak tau sama sekali hingga yang salah informasi tentang konflik di Syria maupun Rohingya. Ada yang terheran-heran dan merasa iba akan penindasan tersebut, ada pula yang menganggap bahwa yang terjadi di Syria adalah pemberontakan ISIS, dengan lembut tim Syam Organizer memberikan penjelasan dan berita sebenarnya apa yang terjadi di Syria maupun Rohingya.

Adapula yang menarik di tengah-tengah penyampaian informasi kepada masyarakat Kudus, yaitu seorang anak kecil yang baru berumur sekitar 6-7 tahun yang merogoh saku celanannya lalu memasukkan sebagian uangnya ke kotak infak seperti salah satu iklan deterjen yang sering kita lihat di televisi. Anak kecil yang mungkin dia belum tahu apa-apa tentang konflik Syria tapi ketika melihat anak-anak Syria mengalami penderitaan dengan polosnya dia merasa kasihan.

Ada juga beberapa santri yang mondok di pesantren Menara Kudus, dalam keterbatasan sebagai santri ia memberikan sebagian uang jajannya untuk muslim Syria dan Rohingya. Sungguh pemandangan yang luar biasa yang membuat terharu tim Syam Organizer.

Acara Dandangan digelar selama sepuluh hari mulai 8 – 18 Juni 2105 dan tim Syam Organizer Kudus akan selalu stanbay dan sabar dalam menyampaikan informasi kepada ummat. (AR)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*