Syeikh Husam Taher,”Tak ada sebuah rumah pun di Gaza kecuali terdapat orang syahid di dalamnya”

1q1

Bekasi, Syamorganizer.com – Hal tersebut kembali ditegaskan oleh Syeikh Husam Taher Muhammad elzhogeir di akhir lawatannya di Jakarta dalam rangkaian acara ‘ Ramadhan Bermakna Bersama Imam-imam Palestina ‘ yang diselenggarakan oleh Syam Organizer di masjid Al-Hidayah Perum Trias Estate Cibitung pada Jum’at (01/07/016). Di hadapan jamaa’ah sholat tarawih yang tampak memenuhi setiap sudut masjid, Syeikh Husam juga mengatakan hingga menjelang akhir Ramadhan tahun ini, kejahatan dan kezhaliman Zionis Israel terhadap kompleks Al-aqsho dan rakyat Palestina masih terus berlangsung di tengah diamnya masyarakat dunia.

Dalam kesempatan ini, Syeikh Husam yang didampingi Ust. Dudi Abu Yahya sebagai penterjemah menjelaskan pentingnya kedudukan Masjid Al-Aqsho di dalam Islam berdasarkan nash Al-qur’an dan hadits Nabi Sholaullohu alaihi wassalam. Kemudian dia menambahkan bahwa Al-aqsho bukan hanya milik orang Palestina dan kewajiban untuk membebaskannya dari penjajahan Zionis Israel adalah tanggung jawab kaum Muslimin di seluruh dunia. Syeikh Husam juga menegaskan kepada para jama’ah yang antusias mendengarkan uraiannya bahwa kaum Muslimin di bumi Palestina sebagai garda terdepan dalam membela Al-aqsho adalah manusia-manusia yang tangguh dan pemberani yang siap mengorbankan segenap yang mereka miliki untuk kemerdekaan Al-aqsho dan bumi Palestina. “Sehingga tidak didapati sebuah rumah pun di Gaza Palestina, melainkan terdapat didalamnya seorang anggota keluarga yang Syahid atau tertawan didalam penjara-penjara Israel,” ujarnya. Untuk itu dia menekankan setidaknya ada tiga hal yang dapat dilakukan oleh kaum muslimin di Indonesia guna membantu perjuangan rakyat Palestina yaitu pertama, membangun kepedulian atau ukhuwah Islamiyah. Kedua , mengajarkan syariat Alloh terhadap keluarga dan anak-anak kita. Ketiga, menginfaqkan harta untuk membantu rakyat Palestina.

1q

Sejalan dengan penjelasan Syeikh Husam, Ust Dudi Abu Yahya di awal pengantarnya mengatakan bahwa seluruh kaum muslimin hari ini berhutang ‘Kemerdekaan Al-aqsho dan Palestina’ kepada khalifah Umar Bin Khatab RA. “Karena dahulu Khalifah Umarlah yang langsung menerima kunci-kunci perbendaharaan Baitul Maqdis dari tangan kaum Salibis,” jelasnya. ”Kelak Alloh SWT akan bertanya kepada kita apa yang sudah kita lakukan untuk Al-aqsho dan Palestina,” tambahnya. Kemudian acara diakhiri dengan untaian Nasyid ‘ Abki ala Syam ‘( Aku menangis untuk Syam) yang dilantunkan oleh Syeikh Husam sebagai bentuk kesedihan dan keprihatinan atas apa yang hari ini terjadi dengan Bumi Alloh yang diberkahi tersebut. ‘ Ya Robb, lindungilah negeri Syam dan para penduduknya ‘ bunyi salah satu ba’it nya.

Rep.: Fuat
Ed.: Ar70

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*