Tiga Kekuatan yang Mengancam Kaum Muslimin

Masjid Besar Banjaran mengadakan tabligh akbar Saatnya Peduli Mari Berbagi untuk Bumi Syam, Ahad (16/3). Kegiatan ini menghadirkan 3 orang pembicara, yakni KH. Anwar Saifuddin Kamil (Ketua Umum MUI Kab. Bandung), Ust. Fahim Bin Seff (Muballigh Nasional dan Pemerhati Duni a Islam), Ust. Dudi Abu Yahya (Relawan Syam Care untuk Suriah tim ke 2)

Pada sesi pertama, KH.KH. Anwar Saifuddin Kamil mengajak setiap dari umat islam untuk menjaga diri dari aliran-aliran sesat yang menyimpang dari Al Quran dan As Sunnah. Selain itu beliau juga mengajak umat islam yang sudah berada dalam arus aliran sesat agar kembali kepada Islam kaffah. Karenanya, menurut Ketua Umum MUI Kab. Bandung ini, umat islam mempunyai PR yang besar yakni mempelajari dan mendalami Islam sesuai dengan yang dibawa oleh Rasulullah

Pada sesi selanjutnya, Ust. Fahim bin Seff, seorang Muballigh Nasional dan Pemerhati Duni a Islam, mengingatkan bahwa salah satu akhlak salaf yang harus selalu dipelajari dan diteladani adalah ketawdhu’an mereka dan kepedulia mereka terhadap urusan umat. Bahkan lebih lanjut beliau menjelaskan tentang salah ciri orang mukmin, yakni sikap tawazun (seimbang). Seorang mukmin hendaknya mampu menyeimbangkan dan menjaga keseimbangan ibadah pribadi dengan kepedulian terhadap urusan ummat. Karena sebagaimana sabda Rasulullah bahwa Barang siapa yang tidak peduli urusan kaum muslimin maka bukan golongan mereka. Juga Sabda Rasulullah yang menyebutkan bahwa Siapa yang membantu menyelesaikan kesulitan seorang mukmin dari sebuah kesulitan di antara berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan salah satu kesulitan di antara berbagai kesulitannya pada hari kiamat.

Karenanya, di samping itu ibadah dan rasa takutnya kepada Allah tinggi, seorang mukmin harus selalu memperhatikan dan peduli kepada kondisi kaum muslimin yang lain.

Tiga kekuatan yang mengancam kaum muslimin di Indonesia juga beliau paparkan. Ketiga kekuatan itu adalah kaum nashara, ahli maksiat dan aliran sesat. Pemerhati dunia Islam ini menyebutkan juga 4 hal yang menjadi ajaran Talmud, yakni mendidik supaya anak menjadi yahudi yang baik, mendengungkan ukhuwwah antaryahudi internasional, membangun israel raya dan mewariskannya kepada anak cucu.

Kejadian di Suriah tidak lepas dari keberhasilan program mereka. Karenanya seorang muslim yang merasa muslim beneran hendaknya melakukan apa pun yang bisa mereka lakukan untuk kaum muslimin di Suriah. Wujud dari kepedulian itu bisa dengan bentuk menyebarkan keadaan dan kondisi muslim Suriah kepada semua umat islam di dunia, mendoakan dan memberikan bantuan.

Pada sesi selanjutnya, Ust. Dudi Abu Yahya, Relawan Syam Care untuk Suriah tim 2 menjelaskan bahwa peperangan yang terjadi di Suriah bukanlah perang antarsaudara seperti yang diberitakan di media masa, melainkan perang kaum muslimin yang mempertahankan aqidah dan keimanannya dengan kaum kafir syiah nusyariyah. Ada dua kubu yang jelas berseberangan aqidah berseteru di sana, yakni kubu kaum muslimin dengan kebenaran aqidah dan keimanannya dengan kubu kafir Syiah Nusyairiyah di bawah komando Basyar Assad, yang telah mengangkat dirinya sebagai tuhan.
Pada kesempatan itu juga dijelaskan Syam Organizer (SO) merupakan lembaga sosial masyarakat yang menjembatani kaum muslimin Indonesia untuk menyalurkan bantuan kepada kaum muslimin Suriah. Hingga saat ini SO telah memberangkatkan 3 tim relawan untuk mendistribusikan bantuan kaum muslimin dalam bentuk sembako dan sebagainya.

Selain penyampaian materi, pada acara ini juga dihimpun dana dari kaum muslimin yang hadir dan dana yang teekumpul sebesar 21.472.800 dan emas cincin seberat 1,5 gram. Semoga Allah menjadikan ini semua sebagai pemberat timbangan kebaikan kita semua di akhirat kelak.

Rep: Mustofa
Red: AR70
======================================================

Bismillah yuk kita like fan page Syam Organizer

======================================================

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*