Tragedi Saat Sholat Subuh di Kairo

Kairo – (Syamorganizer.com) – Lima puluh orang tewas dan seribu pendukung Presiden Muhammad Morsi lainnya luka dalam pembantaian terhadap warga sipil di depan markas Garda Republik, di pusat kota Kairo yang terjadi Senin pagi (08/7/2013)
Pembantaian itu terjadi saat mereka sedang melaksanakan sholat subuh di lokasi demo di depan mabes Garda Republik. Mereka diserbu dan ditembaki saat rekaat kedua dari dua sisi oleh tentara Garda Republik dan Polisi. Al Quds TV memberitakan ada 36 yang Syahid dan 500 luka luka. Seorang dokter kepada Al Jazeera mengatakan bahwa kebanyakan mereka mengalami luka tembak di kepala.

Sementara itu, aparat juga mengepung masjid Al Mustafa yang terletak tidak jauh dari mabes Garda Republik. Lebih dari 2000 wanita terkepung di dalam mesjid tersebut. Aparat juga menangkap 20 orang pendukung Mursi.

Menurut kesaksian seorang wanita bernama Nermeen melalui akun twitternya mengatakan bahwa wanita dan anak-anak juga dipukuli polisi militer.

“Di antara para demonstran itu ada ibu-ibu dan anak-anak. Tapi para polisi itu memukuli mereka, padahal mereka sedang melaksanakan shalat subuh. Sungguh mereka tidak punya perasaan sama sekali saat melakukannya.”

“Tembakan-tembakan terdengar sangat kencang. Tercium bau sengat gas sampai ke rumahku, padaha jendela-jendela sudah ditutup. Banyak yang jatuh menjadi korban di mabes Garda Republik itu,” tulisnya.

Aksi biadab penguasa militer yang telah mengkudeta presiden sah Muhammad Mursi ini, tak membuat rakyat Mesir surut. Mereka sudah bertekad untuk mengakhiri rezim militer apapun dan berapapun harga yang harus dibayar. (sumber: islamtoday.net)

Red.: AR70

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*