Ustadz Tony Sarqi: Ibarat Anggota Tubuh Syam adalah Anggota Tubuh yang Vital

Klaten – Syamorganizer.com – Tidak kurang 400 umat islam menghadiri Tabligh Akbar Tebar Cinta untuk Bumi Syam yang diadakan di Masjid Nurul Istiqlal, Ahad (15/12/2013). Dipandu oleh moderator ustadz Mudzakir Khalil Ali, 2 pembicara dihadirkan dalam kegiatan ini. Mereka adalah ustadz Mas’ud Izzul Mujahid (Relawan HASI untuk Suriah tim ke 6) dan Ustadz Tony Syarqi ((Relawan HASI untuk Suriah angkatan ke 3).
 
 
Di awal pembicaraannya, ustadz Tony membeberkan tentang tanggung jawab dirinya akan janji yang pernah beliau ucapkan kepada salah seorang dari rakyat Suriah, saat orang tersebut mengatakan,”Akhi, kalaulah kami ini tidak mengetahui, di Indonesia kalian sudah punya anak dan istri niscaya kami tidak rela kamu pulang di Indonesia, kami ingin kalian bisa tinggal di sini. Kami ingin kalian menjadi curhat kami”. Maka perkataan tersebut dijawab, oleh relawan ini, “Akhi biarkan kami pulang sehingga kami bisa mengabarkan kondisi kalian di Indonesia”
 
Perkataan mereka menunjukkan betapa mereka sangat membutuhkan teman untuk menemani mereka dalam menghadapi kekejaman dan kebengisan Bashar Assad. Kehadiran relawan di sana merupakan spirit bagi mereka sehingga mereka tidak merasa sendirian. Kehadiran relawan di Suriah menanamkan satu keyakinan kepada mereka bahwa mereka masih punya saudara, saudara yang memperhatikan mereka.

Karenanya, keheranan sempat terlontar dari diri mereka mengapa para relawan tersebut datang ke Suriah dengan resiko yang tidak kecil.

“Kami tidak datang kecuali kami melaksanakan sebuah hadits rasulullah, ‘Perumpamaan orang yang beriman dalam cinta dan kasih sayang sesama mereka adalah bagaikan satu tubuh yang bila salah satu anggota tubuh mengeluh sakit maka seluruh anggota tubuh yang lain tidak dapat tidur dan selalu merasa panas”. (HR. Muslim) Demikian ustadz Tony menjawab keheranan mereka. “Kehadiran kami di sini merupakan bentuk kami tidak bisa tidur. Meskipun kami datang ke sini dengan bantuan seadanya”, tegasnya.

Menanggapi hal itu, orang Suriah mengatakan, “Ya, akhi Anda itu datang dari jauh-jauh dari Indonesia, ndak usah bawa apa-apa, antum cukup dengarkan curhat kami, antum saksikan bagaimana kami dianiaya, rumah-rumah kami dibom, istri-istri kami menjadi janda, anak-anak kami menjadi yatim itu sudah merupakan bantuan spirit bagi kami yang luar biasa. Bahwa kami tidak sendirian menghadapi ini semua, bahwa ada saudara-saudara kami yang menemani, sekedar menemani saja. Ketika kami ditinggal saudara-saudara kami, ketika kami dibantai oleh penguasa-penguasa kami, kalian yang berbeda wajah, berbeda kulit tetapi kalian datang dengan agama dan akidah yang sama itu merupakan spirit yang luar biasa bagi kami”, lanjut ustadz Tony menjelaskan.

“Ujung-ujungnya mereka berdoa,”Ya Allah, selamatkan dan jauhkan bangsa Indonesia dari keadaan yang seperti yang kami alami” demikian ustadz Tony mengakhiri ceritanya.

Setelah ustadz Tony menjelaskan bagaimana warga di Suriah menanggapi kehadiran para relawan, beliau melanjutkan pemaparannya dengan mengingatkan asal mula kejadian di Suriah hingga kaum muslimin Suriah sadar bahwa semua pembantaian yang dilakukan pemerintah Bashar Assad bersumber dari satu hal, yakni karena agama dan keimanan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 
Adat dan kebejatan Syiah Nushairiyah juga dijelaskan relawan HASI untuk Suriah tim ke 3 ini juga. Di antaranya mereka sering melakukan perzinaan secara masal di sebuah rumah yang besar.

“Kenapa membantu Suriah? Padahal kedzalimin terjadi di mana? Kenapa kita memberi bantuan kepada suriah lebih besar…?” Ustadz Tony melanjutkan ceramahnya dengan pertanyaan retoris. Pertanyaan tersebut dijabarkan sendiri jawabannya oleh beliau. 

 
Masih menukil sebuah hadits tentang hakikat persaudaraan dalam islam, beliau memulai menjabarkan alasannya. Ibarat sebuat tubuh, Syam yang salah satu bagian dari negeri Syam tersebut adalah Suriah adalah organ tubuh yang vital. Jadi kalau anggota tubuh itu sakit, maka anggota tubuh yang sakit itu adalah anggota tubuh yang vital. Kaum muslimin yang di Syam ibarat anggota tubuh yang vital. Syam adalah benteng pertahanan terakhir sehingga ketika ahlu Syam rusak tidak ada kebaikan lagi bagi umat islam.

“Kita sama sekali tidak melupakan kaum muslimin yang ada wilayah lain yang juga tengah mengalami pembantaian”, katanya merendah. Kemudian beliau menyebut beberapa aksi yang telah dilakukan oleh HASI baik di Palestina maupun di Rohingnya.

Mengakhiri pembicaraannya  beliau sampaikan 4 kontribusi yang bisa dilakukan oleh kaum muslimin terkait dengan kejadian di Suriah, yakni berangkat ke Suriah, kontribusi berupa infaq, mendoakan dalam setiap waktu dan kesempatan. Kalau ketiga hal tersebut tidak atau enggan dilakukan masih ada alternatif lain yakni jangan menganggu orang yang mau membantu Suriah, baik tatkala mau mengadakan penggalangan dana maupun tatkala akan mengabarkan kondisi yang sebenarnya di Suriah dalam sebuah takbligh dan sebagainya.
 

 

Pembicara ke dua, ustadz Mas’ud Izzul Mujahid, menggarisbawahi apa yang disampaikan oleh pembicara pertama. Beliau mengawali pembicaraan dengan menyebutkan hadits yang menyebutkan bahwa jika rusak ahlu Syam tidak ada kebaikan bagi umat Islam.
“Mereka adalah standar baik buruknya umat ISlam”, tegasnya. “Kenapa?” sebuah pertanyaan retorispun beliau sampaikan. Menurut penulis buku Ayaturrahman fi Jihad Suriah, ada 3 hal yang bisa dijadikan alasannya, yakni karena akhlak mereka, pemuliaan mereja terhadap tamu, serta keberanian mereka.
“Sehingga wajar jika Rasulullah bersabda seperti itu”, tandasnya.
Selanjutnya beliau memaparkan tentang keutamaan bumi Syam dan juga Syam di akhir zaman menurut nubuwah. Selain berbicara masalah tersebut, dua hal yang membuktikan bahwa perang di Suriah adalah perang fi sabilillah, adanya beberapa karomah yang diceritakan oleh orang-orang Syam kepada beliau, yang kemudian beliau tulis dalam sebuah buku berjudul Ayaturraoham fi jihad Suriah.

Setelah penyampaian materi oleh dua ustadz tersebut sesi berikutnya adalah sesi tanya jawab. Tebar Cinta untuk Bumi Syam ini diakhiri dengan serah terima infaq dari panitia ke Syam Organizer. Terkumpul uang senilia Rp 9.892.500 pada acara tersebut. Semoga barakah bagi semua umat islam dimana pun berada.

(AR70/syamorganizer.com)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*