Wakil Direktur Ponpes. Imam Syuhada Berikan Kesadaran Ukhuwwah Islamiyyah

20160216063354 (6)

Solobaru, Syamorganizer.com – Tragedi kemanusiaan di Syam (Palestina dan Suriah) sudah sangat lama terjadi. Tanda-tanda akan berakhirnya pun tak kunjung datang. Bahkan terdengar berita tentang kondisi penduduk di salah satu Kota di Suriah, Madaya namanya yang terisolasi. Bencana kelaparan pun terjadi. Tidak sedikit orang dewasa meninggal apalagi anak-anak. Bahkan seorang balita, karena tidak ada susu maka ia harus minum air yang dicampur dengan garam. Syam organizer sebagai lembaga kemanusiaan merasa terpanggil dan membuat program tabligh, dengan mengangkat tema Syam Menangis Madaya Menjerit. Eventt tersebut diselenggarakan secara serentak, 26 kota di Indonesia, tak ketinggalan di Solobaru, bertempat di Masjid Baitul Makmur, salah satu di antara kota yang mengadakan event tersebut. Sehingga masyarakat Solobaru dan sekitarnya memanfaatkan momen tabligh serentak tersebut untuk menunjukkan perhatiannya, dengan mendengar serta mengetahui berita kondisi saudaranya di Syam, Ahad (14/2).

Tabligh akbar serentak 26 kota di Indonesia dengan mengangkat tema “Syam Menangis Madaya Menjerit”. Event dimulai pukul 09:00 WIB dan berakhir pukul 11:30 WIB. Ustadz Sahadi, sebagai pembicara pertama menjelaskan kondisi saudara muslim di Syam (Palestina dan Suriah) yang sudah lama terjadi pergolakan dan tragedi kemanusiaan, nyawa sudah tidak berharga, hampir setiap hari dikabarkan adanya kematian, di karenanya sulitnya untuk mendapatkan makanan.

Belum lagi terdengar berita di akhir tahun 2015, salah satu kota di Suriah, Madaya nama kotanya, terjadi tragedi kelaparan yang sangat luar biasa yang tidak lagi bisa kita membanyangkannya, sambil memperlihatkan gambar-gambar yang terjadi di Madaya. Bagaimana manusia yang hidup tinggal tulang terbungkus kulit tipis, yang hanya mau mengedipkan matanya saja susah tak berdaya, ujar wakil direktur pondok imam syuhada, sambil berkaca 2 kedua matanya.

Pada bagian lain, beliu sampaikan kiprah Syam Organizer dalam membantu saudaranya di syam, dengan menampilkan gambar-gambar relawan kemanusian asal Indonesia yang mendistribusikan bantuan dari masyarakat Indonesia untuk penduduk di Suriah dan Palestina. Beliau memaparkan aktivitas relawan dari relawan yang pertama sampai relawan yang ke 7. (harno/syamorganizer.com)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*