Warga Muhammadiyah Cilacap Dukung Program SaveTheChildrenOfSyria

 

cilacap eCilacap – Syamorganizer.com – Bedah buku ” Yahudi dan Syiah bersatu menghantam Islam ” bertempat di gedung Graha Patra Pertamina Cilacap, pada Ahad (23/11/2014) dihadiri sekitar 1500 jamaah. Tiga pembicara dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni Ust. Pizaro (Penulis Buku), Ust. Mundzir Situmorang, Pimpinan Pusat Majelis Dakwah Muhammadiyah, dan Chairul Abu Usamah (Relawan Syam Organizer untuk Suriah). Acara yang digelar atas kerjasama Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Cilacap ini bertujuan menyadarkan masyarakat tentang kesesatan Syiah.

Ust. Munzir mengatakan Zionis mempunyai beragam cara untuk menghancurkan Islam. Lebih lanjut beliau mencontohkan bagaimana sejarah lahirnya Syiah yang diciptakan tokoh Yahudi yang disusupkan ke tengah-tengah umat Islam. Dari kelicikan Abdullah bin Saba ini lahirlah sekte Syiah. Kelompok ini kemudian menuduh Al Qur’an sudah tidak original. Tidak hanya itu. Syiah juga telah merusak akhlak kaum muslimin dengan ajaran baru, yakni nikah mut’ah.

Sementara itu, Chairul Abu Usamah, pria yang akrab dipanggil Mas Irul ini lebih banyak mengungkap dan membeberkan derita yang diakibatkan rezim Basyar Assad yang beragama Syiah lewat tayangan slide dan video. Beliau jelaskan juga bahwa pada saat ini kaum muslimin di Suriah akan menghadapi musim dingin. Sementara itu tempat tinggal dan perlengkapan mereka sangat tidak memadai untuk menghadapi ganasnya musim dingin.

“Lembaga-lembaga kemanusiaan Indonesia yang peduli dengan isu Suriah kemudian membuat program menyelamatkan anak-anak Suriah #SaveTheChildrenOfSyria”, jelas Kadiv. Prog. Syam Organizer yang baru saja pulang dari Suriah. “Saat ini mereka butuh banyak pakaian hangat dan tempat tinggal yang layak untuk melindungi diri dari cuaca dingin”, ujar Mas Irul.

Pada kesempatan itu juga diadakan penggalangan dana untuk mendukung program SaveTheChildrenOfSyria. Peserta kajian yang sebagian besar warga Muhammadiyah mendukung kegiatan tersebut hingga dana yang didapat pada saat itu sekitar 20 juta. Para ibu pun merasa trenyuh dan di akhir acara banyak yang menanyakan rekening bantuan[dilan/ygk]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*