Wasiat Subuh Sebelum Penakhlukan kota Talla

Salma – (syamOrganizer) – Tidak seperti biasanya (Rabu, 29 Ramadhon 1434 H/ 7 Agustus 2013), jama’ah sholat shubuh yang ada di masjid RSL Salma pada kali ini menggunakan pakaian seragam pejuang Suriah. Wajah-wajah yang khusyu’ Nampak dari tatapan mata mereka. Tunduk merendahkan diri kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Sesaat kemudian seorang pemuda yang sering dipanggil oleh temannya ‘Ishom berdiri keluar di depan pintu masuk RSL Salma, lalu ia pun mengumandangkan adzan shubuh dengan suaranya yang merdu lagi syahdu. Para jama’ah pun mencoba untuk menghayati panggilan Ilahi tersebut dengan menjawab setiap bacaan adzan. Seusai adzan, merekapun berdiri tegak menunaikan sholat sunnah fajar dua roka’at dan disambung dengan dzikir dan doa sembari menanti ditegakkannya sholat shubuh secara berjama’ah. Tak lama kemudian, iqomah dikumandangkan. Pada kesempatan itu, ustdaz Abu Harits, Lc ketua relawan Tim ke 8 HASI ini diminta untuk menjadi imam.

Seusai sholat shubuh, Ustadz Abu Harits  menyampaikan taushiyahnya yang berisi tentang upaya menggapai “Ma’iyyatullah”. Beliau menjelaskan; “Inilah perkara yang sudah seharusnya diidamkan oleh setiap muslim dan mujahid khususnya di saat-saat yang menegangkan seperti apa yang dialami oleh kaum muslimin di Suriah. Menumbuhkan rasa bahwa Allah salalu bersama hamba-Nya. Di antara upaya untuk mendapatkannya adalah dengan menjaga hukum-hukum Allah ta’ala. Lalu beliaupun menyitir hadits Nabi saw :

احفظ الله يحفظك، احفظ الله تجد تجاهك –رواه الترمذي-
“Jagalah Allah niscaya Allah akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya Allah akan kamu dapati di depanmu”.(HR. Tirmidzi)

Sudah menjadi kelaziman bahwa ketika seorang berjihad maka hakikatnya di sedang menjaga dan membela Allah dan syari’at-Nya. Bukanlah dikatakan jihad jika akhirnya malah menentang dan melanggar hukum-hukum-NYa. Itulah yang dijelaskan oleh beliau.

Seusai taushiyah, dokter Romi memberikan tambahan nasihat kepada seluruh jama’ah yang hadir saat itu. Beliau menambahkan agar jangan sampai kita mudah berselisih dalam masalah-masalah kecil; “Ingatlah wahai saudaraku, bahwa tujuan kita adalah mulia, misi yang kita emban adalah sebuah misi besar, yaitu membebaskan bumi syam dari cengkraman para thoghut durjana yang menentang Allah dan Rasul-Nya. Maka jauhilah oleh kalian perdebatan dan perselisihan yang tidak bermanfaat. Dan ingatlah, tidaklah perselisihan datang kecuali hanya membawa keburukan. Sembari beliau menyitir firman Allah ta’ala dalam Al Quran surat Al anfal ayat ke 46”.

Beliaupun juga mengingatkan; bahwa kebaikan penduduk Syam adalah kebaikan pula bagi kaum muslimin, dan keburukan penduduk Syam menjadi keburukan bagi kaum muslimin lainnya. Beliaupun menyitir hadits Nabi saw :

إذا فسد أهل الشام فلا خير فيكم

“Apabila telah rusak penduduk Syam maka tidak ada lagi kebaikan pada diri kalian”.

Setelah memberikan tambahan taushiyah, barulah beliau memberitahukan kepada kami bahwa mereka para pemuda yang hadir menjadi jama’ah sholat shubuh itu akan bergerak maju ke medan jihad. Mereka akan berusaha membuka satu daerah yang dikuasai oleh rezim thoghut yaitu kota Talla. “In sya Allah dengan dibukakannya kota Talla bagi mujahidin saat ini, maka hal itu menjadikan jalan membebaskan kota Salma dari bahaya serangan-serangan rezim akan terwujud”. Demikian tambahnya.

Dari situlah, kami baru mnyadari kenapa suasana shubuh hari ini berbeda dengan hari sebelumnya, yaitu terasa syahdu dan khsuyu. Mengingat hari ini adalah hari 29 di bulan Ramadlan, mereka para mujahidin berharap bulan ini menjadi bulan kemenangan bagi mereka, sebagaimana Allah ta’ala menjadikan bulan ini sebagai bulan kemenangan bagi Rasulullah  Shalallahu alaihi wassalam dan para sahabatnya di peperangan Badr al kubro.

Semoga Allah ta’ala memudahkan langkah perjuangan mereka dan menjadikan kemenangan bagi  Islam dan kaum Muslimin.

Rep: Abu Romi (Dai bumi jihad dan ribath Suriah)
Red : Osama

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*