Wawancara Syamorganizer dengan Direktur Syam Care

Jakarta – Syamorganizer.com – Senin, 24/2/14 Tim Relawan Syam Care (SC) 1 untuk Suriah kembali ke Indonesia. Al hamdulillah Syam Organizer diberi kesempatan untuk ikut menyambut kedatangan tim relawan SC tersebut. Pada kesempatan itu pula kami diberi waktu untuk mewawancarai direktur Syam Care, Fuadi Muhammad Hasan. Berikut  hasil wawancara kami.
SO
Beberapa pekan yang lalu tepatnya satu bulan yang lalu Syam Care mengirimkan relawan ke Suriah, sebenarnya apa misi Syam Care
 FMH: 
Syam care mempunyai beberapa misi, antara lain
Pertama, Berperan serta dalam usaha kemanusiaan umat Islam dibumi Syam. Terutama yang terjadi di Suriah, di mana umat Islam menjadi objek yang terdzalimi. Usaha kemanusiaan yang dimaksud meliputi kegiatan sosial berupa santunan kepada keluarga muslim Suriah, pemberian bantuan ke kamp-kamp pengungsian dan sebagainya.
Kedua,  berpartisipasi dalam memulihkan kembali kebutuhan pendidikan masyarakat muslim Suriah dengan cara pemberian bantuan-bantuan di lembaga-lembaga pendidikan muslim Suriah baik yang berupa madrasah maupun yang umum.
Ketiga, menyelenggarakan aktivitas dakwah sebagai bentuk tanggung jawab pembinaan agama di masyarakat muslim Suriah
SO : 
Dalam pelaksanaan kegiatan untuk mewujudkan misi tersebut adakah kendala-kendala yang dihadapi?
FMH : 
Tentu saja, kendala tersebut kalau boleh kami katakan terbagi menjadi 2, yakni kendala eksternal dan kendala internal.
Kendala eksternal diantaranya adalah banyaknya tudingan miring kepada NGO (Non Government Organization), ataupun LSM-LSM yang terlibat dalam aktivitas kepedulian terhadap dunia Islam.  Seperti penilaian sepihak oleh mereka yang pro Bashar, dengan menuduh LSM yang peduli Muslim Suriah didanai Amerika.  Sementara Amerika dan antek anteknya, justru mengkaitkannya dengan jaringan terorisme. Ini khan lucu. …. Padahal jika hal itu tidak ada dan bahkan semua lembaga kemanusiaan itu bisa saling bahu membahu mengatasi persoalan kemanusiaan yang terjadi di Suriah tentu akan lebih optimal dan kerjasama antar LSM tersebut bisa lebih bisa dijalankan.
Sedangkan kendala internal diantaranya adalah gencarnya publikasi media-media Indonesia terkait perselisihan di fraksi fraksi mujahidin Suriah. Hal ini berdampak dengan pecahnya dukungan umat Islam di sini. Apalagi diperparah dengan adanya seruan untuk tidak menyalurkan donasinya ke LSM fulan misalnya, hanya karena LSM itu bermitra dengan kelompok fulan di Suriah.
Memang susah bagi LSM LSM kemanusiaan yang berkiprah dibumi Syam, khususnya di Suriah.Banyaknya kelompok kelompok perlawanan yang kita husnudzan merekapun tengah mengadakan perlawanan terhadap nidzam di Suriah dan berusaha menggulingkan kedzaliman yang sedang dilakukan oleh pemerintah Basyar.
Di samping itu kita ketahui bahwa mereka, umat islam Suriah ini terdzalimi sejak pemerintah Hafidz Assad sampai Basyar Assad, mereka tidak boleh mengenal agama, dilarang belajar ngaji, taklim, sholat dan sebagainya bahkan didapati ada seorang yang dipenjara belasan tahun gara-gara mereka kedapatan sholat berjamaah di masjid. Jadi mereka ini masih jahil. Sementara jika bantuan ini kepada diorientasikan hanya kepada mereka yang akidahnya murni dan lurus manhajnya, maka susah untuk bisa memilih, karena sebagian besar mereka masih seperti itu.
Nah, itu yang menjadi kendala internal yang jika kemudian kita ekspos banyak diantara umat islam yang tidak paham tentang urusan itu, khawatir akan melemahkan dukungan umat Islam disini untuk mereka.
SO : 
Lalu bagaimana langkah atau sikap yang diambil SC terkait dengan kendala tersebut atau usaha apa yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut
FMH : 
Kami (SC) akan bersikap netral dalam tanda kutip, artinya bantuan itu kita sebar tanpa melihat kelompok A,B, C dan sebagainya selama mereka muslim mereka berhak mendapat bantuan atau pertolongan. Kemudian langkah kedua, kita meminta kepada rekan rekan pers, terutama dari media media Islam untuk tidak mengangkat berita-berita berkaitan dengan konflik di kalangan kelompok mujahidin yang ada di Suriah. Karena kita tahu bahwa mereka itu sudah cukup terbebani dengan beratnya mereka mengalami kedzaliman dari Basyar Assad dan kita tidak ingin menambah kedzaliman itu dengn menyebarkan berita-berita yang terkait dengan fitnah yang berada di kalangan Mujahidin Suriah. Dan untuk tetap bisa mengambil simpati umat, maka kita ceritakan yang baik baik di kalangan kaum muslimin, seperti upaya penyatuan para pejuang di Suriah, kemudian upaya-upaya kemenangan dan menyampaikan keinginan dan harapan masyarakat Suriah terhadap masyarakat Indonesia, misalnya tentang anak-anak yang menginginkan mainan untuk menghilangkan trauma psikisnya, kemudian kebutuhan tim medis dan sebagainya. Mudah-mudahan hal-hal seperti itu tetap akan menggugah kepedulian kaum muslimin untuk tetap peduli dan membantu muslimin Suriah.
Demikian hasil wawancara kami dengan Direktur Syam Care, Ustadz Fuad Muhammad Hasan. Apa yang disampaikan oleh beliau ini saat ini menjadi sangat penting mengingat santernya berita-berita miring terkait dengan kaum muslimin di Suriah dan juga fitnah yang terjadi di sana. Semoga apa yang disampaikan beliau lewat wawancara singkat dengan syamorganizer.com ini dapat memberikan bahan perenungan sekaligus pencerahan bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap saudara kita di Suriah. Wallahu a’lam bishshowwab.
(AR70/syamorganizer.com)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*